Market Cap Rp 404 Triliun, DCI Indonesia (DCII) Bersiap Salip Bank Mandiri (BMRI)
JAKARTA, investortrust.id – PT DCI Indonesia Tbk (DCII) kembali torehkan penguatan harga mengesankan, meskipun saham emiten data center ini masih ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme full call auction (FCA).
Berdasarkan data, kapitalisasi pasar (market cap) DCI Indonesia (DCII) meningkat menjadi Rp 404,99 triliun pada perdagangan intraday sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/3/2025), setelah harganya melesat 10% menjadi Rp 169.950.
Baca Juga
Dahsyat! Market Cap Saham DCII Salip TLKM hingga DSSA sampai Otto dan Marina Makin Tajir
Penguatan harga tersebut menjadikan market cap DCII diperingkat ke delapan telah mendekati PT Bank MandiriT bk (BMRI) sebanyak Rp 434,27 triliun dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 471,36 triliun.
Lompatan tersebut membuat nilai kekayaan tiga pengendali DCII kian membumbung, yaitu Otto Toto Sugiri selaku pengendali dengan kepemilikan terbanyak 29,9% saham DCII catatkan kekayaan menjadi Rp 121,13 triliun.
Begitu juga dengan Marina Budiman selaku pengendali dengan memegang 22,51% saham DCII torehkan kekayaan senilai Rp 91,7 triliun dari saham ini. Begitu juga dengan Han Arming Hanafia selaku pemegang 14,11% saham DCII catatkan kekayaan Rp 57,16 triliun.
Baca Juga
Resmi Melantai di BEI, Saham Sinar Terang (MINE) dan Jantra Grupo (KAQI) Meroket
Tak hanya tiga pengendali tersebut, Anthoni Salim selaku investor DCII dengan kepemilikan 11,12% saham catatkan kekayaan Rp 45,04 triliun dari saham DCII.
Manajemen DCII sebelumnya mengonfirmasikan bahwa DCII memiliki rencana pelaksanaan pemecahan saham (stock split) sebagaimana dikomunikasikan melalui surat permohonan persetujuan prinsip pada 19 Februari 2024 kepada BEI.
Manajemen menilai bahwa stock split dapat meningkatkan likuiditas saham serta menurunkan harga saham per lembar. Di mana harga saham yang lebih terjangkau, para investor akan lebih tertarik untuk membeli saham tersebut.

