Terbang 48.852% dalam 4 Tahun, Saham DCI Indonesia (DCII) Kini Salip Market Cap AMMN Usai BMRI
JAKARTA, investortrust.id –Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) kembali melesat pada perdagangan intraday sesi I Bursa Efek Indoensia (BEI), Rabu (12/3/2025). Alhasil kapitalisasi pasar (market cap) DCII berhasil salip PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Perdagangan saham intraday sesi I BEI mencatatkan penguatan sebanyak Rp 18.675 (9,99%) menjadi Rp 205.600. Level tersebut sebagai harga tertinggi baru DCII dan menjadikan DCII sebagai saham terhamal yang tercatat di BEI saat ini.
Baca Juga
Berdasarkan data BEI, saham DCII menjadi market cap saham emiten data center yang dikendalikan Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, dan Han Arming Hanafia ini melesat menjadi Rp 489,94 triliun atau menyalip AMMN dengan market cap Rp 456,86 triliun. Kemarin, DCII telah berhasil menyalip PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan market cap Rp 446,28 triliun.
Sedangkan berdasarkan data, DCII merupakan emiten yang paling perkasa sejak listing perdana di BEI pada 6 Januari 2021. Hal ini tercermin dari lompatan harga saham DCII dari harga IPO Rp 420 per saham menjadi Rp 205.600 per saham hingga hari ini atau telah melesat 48.852% lebih dari empat tahun.
Terkait kinerja keuangan, DCII mengumumkan lomptan laba tahun berjalan sebanyak 54,88% menjadi Rp 796,47 miliar pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 514,23 miliar. Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan DCII dari Rp 1,30 triliun menjadi Rp 1,81 triliun.
Dengan kenaikan ini, DCII konsisten mencatatkan lompatan laba tahun berjalan secara konsisten dalam lima tahun terakhir, yaitu tahun 2020 dengan laba Rp 183,14 miliar, 2021 senilai Rp 261,14 miliar, senilai Rp 261,45 miliar, tahun 2022 meningkat menjadi Rp 367,84 miliar, tahun 2023 senilai Rp 514,23 miliar, dan tahun 2024 bertumbuh lebih pesat menjadi Rp 796,47 miliar.
Otto hingga Anthony
Berlanjutnya lompatan harga saham DCII tersebut menjadikan nilai kekayaan tiga pengendali DCII makin melimpah, yaitu Otto Toto Sugiri selaku pengendali dengan kepemilikan terbanyak 29,9% saham DCII catatkan kekayaan menjadi Rp 146,54 triliun.
Baca Juga
Bukan Karena Stock Split, Faktor Ini Disebut Jadi Pemicu Utama Lonjakan Saham DCI Indonesia (DCII)
Begitu juga dengan Marina Budiman selaku pengendali dengan menguasai 22,51% saham DCII torehkan kekayaan senilai Rp 110,30 triliun dari saham ini. Begitu juga dengan Han Arming Hanafia selaku pemegang 14,11% saham DCII catatkan kekayaan Rp 69,15 triliun.
Tak hanya tiga pengendali tersebut, Anthoni Salim selaku investor DCII dengan kepemilikan 11,12% saham catatkan kekayaan makin menggunung menjadi Rp 54,49 triliun dari saham DCII.
Manajemen DCII sebelumnya mengonfirmasikan bahwa DCII memiliki rencana pelaksanaan pemecahan saham (stock split) sebagaimana dikomunikasikan melalui surat permohonan persetujuan prinsip pada 19 Februari 2024 kepada BEI.

