Resmi Melantai di BEI, Saham Sinar Terang (MINE) dan Jantra Grupo (KAQI) Meroket
JAKARTA, investortrust.id - Emiten di sektor barang baku, PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) dan emiten otomotif, PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) resmi melantai atau mencatatkan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/3/2025).
Pada saat pembukaan pukul 09.00 WIB, saham kedua emiten tersebut langsung melesat. Saham MINE langsung auto reject atas (ARA) atau terbang 54 poin (25%) ke level Rp 270 per saham dan saham KAQI yang juga terbang 32 poin (27,12%) ke posisi Rp 150 per saham.
PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) merupakan perusahaan yang menjalankan aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya, seperti konstruksi bangunan sipil jalan, kontruksi bangunan sipil jembatan, jalan laying, fly over, dan underpass
Baca Juga
Mulai Bookbuilding, Yupi Indo Jelly (YUPI) Icar Dana IPO Rp 2,13 Triliun
Emiten yang dicatatkan pada papan utama BEI ini memfokuskan bisnis transportasi dan fasilitas logistik untuk mendukung distribusi nikel dari lokasi tambang ke pelabuhan atau fasilitas pengolahan.
MINE melepas sebanyak 612,66 juta saham atau setara dengan 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Saham tersebut dilepas dengan harga penawaran initial public offering (IPO) Rp 216 per saham, sehingga total dana yang bakal diraup Rp 132,33 miliar.
MINE akan menggunakan dana IPO untuk pembelian alat berat baru guna mendukung kegiatan operasional berkisar Rp 63,21 miliar. Perseroan juga mengalokasikan Rp 14 miliar untuk pembelian tanah dari Sinjo Jefrey dan sisanya untuk modal kerja perseroan.
Baca Juga
Sementara itu, PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) merupakan emiten yang bergerak di bidang bengkel mobil, khususnya kaki-kaki mobil. KAQI melepas sebanyak 450 juta saham atau setara dengan 21,68% dengan harga pelaksanaan Rp 118 per saham, sehingga total dana yang diraup mencapai Rp 53,10 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT RHB Sekuritas Indonesia.
Emiten yang dicatatkan pada papan pengembangan BEI itu mengungkap sekitar 69,65% dana IPO saham atau setara dengan Rp 20 miliar akan digunakan untuk pembelian lahan di Bona Indah Jakarta Selatan. Perseroan juga mengalokasikan dana untuk pembukaan lima cabang bengkel baru, belanja operasional bengkel, dan pinjaman kepada anak usaha.

