Dahsyat! Market Cap Saham DCII Salip TLKM hingga DSSA sampai Otto dan Marina Makin Tajir
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) kembali melesat hingga auto reject atas (ARA). Penguatan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar emiten data center ini melambung menjadi Rp 276,72 triliun mengalahkan sejumlah emiten yang sudah lama bertengger di deretan top 10 market cap.
Berdasarkan data perdagangan intraday sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/2/2025), menguat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan sebanyak 19,99% ke level tertinggi baru sepanjang masa Rp 116.125. ARA ini menjadi yang kelima dalam lima hari beruntun, bahkan transaksi saham DCII sempat dihentikan oleh bursa kemarin. DCII listing di BEI pada 6 Januari 2021 dengan harga perdana Rp 420.
Baca Juga
Sahamnya ARA Tiga Hari Beruntun, DCI Indonesia (DCII) Pertegas Aksi Stock Split
Didukung lompatan harga tersebut, saham DCII kini bertengger sebagai emiten dengan kapitalisasi terbesar ke tujuh di BEI. DCII hari ini berhasil menyalip market cap PT Astra International Tbk (ASII) Rp 185 triliun, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) Rp 209,34 triliun, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 247,65 triliun, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) senilai Rp 275,45 triliun.
Terkait pemicu utama lompatan harga saham perusahaan data center yang dikendalikan Otto Toto Sugiri ini mulai terjadi setelah Otto yang juga bertindak sebagai direktur utama menyatakan rencana pemecahan nilai nominal (stock split) saham DCII.
Presdir DCII Otto Toto Sugiri
Lalu, bagaimana dengan kinerja emiten data center yang juga dimilik Anthony Salim ini? Berdasarkan rilis T DCI Indonesia Tbk (DCII) menorehkan kenaikan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 21,34% dari Rp 449,48 miliar menjadi Rp 370,42 miliar. Kenaikan tersebut berimbas terhadap pertumbuhan laba per saham dasar dari Rp 155 menjadi Rp 189 per saham.
Peningkatan laba tersebut sejalan dengan lompatan pendapatan perseroan dari Rp 958,13 miliar menjadi Rp 1,10 triliun hingga September 2024. Kenaikan tersebut berimbas terhadap peningkatan laba usaha dari Rp 498,45 miliar menjadi Rp 565,97 miliar.
Preskom DCII Marina Budiman
DCII juga berhasil mencatatkan peningkatan total aset dari Rp 3,67 triliun menjadi Rp 3,98 triliun hingga kuartal III-2024. Sebaliknya liabilitas justru turun dari Rp 1,46 triliun menjadi Rp 1,32 triliun.
DCII merupakan perusahaan pengembang dan pemilik pusat data (data center) swasta terbesar di Indonesia. Perusahaan ini dikendalikan Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, Han Aming Hanfia, hingga Anthoni Salim pemilik grup Salim.
Otto, Marina, Han Arming Makin Tajir
Dengan lompatan harga saham DCII ke level tertinggi baru sepanjang masa Rp 116.125, nilai kekayaan seluruh pemegang saham emiten ini makin menggunung. Otto Toto Sugiri selaku pengendali dengan kepemilikan 29,9% saham membukukan nilai saham Rp 82,77 triliun.
Baca Juga
DCI Indonesia (DCII) Tambah 9 MW Data Center, Nilai Investasinya Segini
Berkat lompatan saham tersebut, Otto Toto kini menjadi orang terkaya ke-6 di Indonesia dengan nilai kekayaan US$ 5,3 miliar berdasarkan data real time Forbes pagi hari ini. Otto Toto Sugiri menyalip Tahir & Familiy US$ 4,9 miliar, Dewi Kam senilai US$ 4,7 miliar, Agoes Projosasmito US$ 4,6 miliar, dan Chairul Tanjung US$ 4,4 miliar.
Marina Budiman selaku pemegang 22,51% saham DCII mencatatkan nilai kekayaan dari emiten ini sebanyak Rp 62,30 triliun. Berkat kenaikan tersebut, dirinya masuk dalam daftar ke-11 orang terkaya di Indonesia dengan nilai kekayaan US$ 3,7 miliar berdasarkan real time Forbes.
Han Arming Hanafia selaku pemegang 14,11% saham mencatatkan kekayaan Rp 39,05 triliun, sehingga dirinya masuk dalam daftar top 20 terkaya di Indonesia dengan kekayaan US$ 2,5 miliar berasarkan rilis Forbes. Sedangkan Anthoni Salim selaku pemegang 11,12% saham DCII torehkan kekayaan dari emiten ini menjadi Rp 30,77 triliun.

