DCI Indonesia (DCII): Saham Terbang 344% hingga Salip Market Cap Bank Mandiri (BMRI), Ternyata Pertumbuhan Labanya Tak Main-Main
JAKARTA, investortrust.id – PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mengumumkan lomptan laba tahun berjalan sebanyak 54,88% menjadi Rp 796,47 miliar pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 514,23 miliar. Sedangkan saham DCII year to date (ytd) telah melesat sebanyak 344% hingga kapitalisasi pasar (market cap) salip PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Dengan penguatan tersebut, DCII konsisten mencatatkan lompatan laba tahun berjalan secara konsisten dalam lima tahun terakhir, yaitu tahun 2020 dengan laba Rp 183,14 miliar, 2021 senilai Rp 261,14 miliar, senilai Rp 261,45 miliar, tahun 2022 meningkat menjadi Rp 367,84 miliar, tahun 2023 senilai Rp 514,23 miliar, dan tahun 2024 bertumbuh lebih pesat menjadi Rp 796,47 miliar.
Kenaikan laba bersih tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan DCII dari Rp 1,30 triliun menjadi Rp 1,81 triliun. Laba usaha perseroan juga melesat dari Rp 684,01 miliar menjadi Rp 974,81 miliar.
Baca Juga
IHSG Sesi I Anjlok 60 Poin, Saham DCII Penyelamat dari Keterpurukan Hari Ini
Pertumbuhan tersebut menjadikan laba per saham dasar perseroan melesat dari Rp 216 menjadi Rp 334. Sebaliknya kas dan setara kas perseroan akhir 2024 turun menjadi Rp 217 miliar, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 403,86 miliar.
Sedangkan berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham DCII kembali torehkan penguatan harga mengesankan, meskipun saham emiten data center ini masih ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme full call auction (FCA) hingga kemarin. Saham DCII telah melesat 344% dari level Rp 42.100 menjadi Rp 186.925 year to date (ytd).
Kenaikan harga tersebut menjadikan market cap DCI Indonesia (DCII) meningkat menjadi Rp 445,44 triliun pada penutupan perdagangan saham kemarin. Hal ini menjadikan DCII sebagai emiten dengan market cap terbesar ketujuh di BEI menyalip BMRI dengan market cap Rp 437,97 triliun dan mendekati PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan market cap Rp 447,79 triliun.
Lompatan tersebut membuat nilai kekayaan tiga pengendali DCII kian membumbung, yaitu Otto Toto Sugiri selaku pengendali dengan kepemilikan terbanyak 29,9% saham DCII catatkan kekayaan menjadi Rp 121,13 triliun.
Baca Juga
Bukan Karena Stock Split, Faktor Ini Disebut Jadi Pemicu Utama Lonjakan Saham DCI Indonesia (DCII)
Begitu juga dengan Marina Budiman selaku pengendali dengan memegang 22,51% saham DCII torehkan kekayaan senilai Rp 91,7 triliun dari saham ini. Begitu juga dengan Han Arming Hanafia selaku pemegang 14,11% saham DCII catatkan kekayaan Rp 57,16 triliun.
Tak hanya tiga pengendali tersebut, Anthoni Salim selaku investor DCII dengan kepemilikan 11,12% saham catatkan kekayaan Rp 45,04 triliun dari saham DCII.
Manajemen DCII sebelumnya mengonfirmasikan bahwa DCII memiliki rencana pelaksanaan pemecahan saham (stock split) sebagaimana dikomunikasikan melalui surat permohonan persetujuan prinsip pada 19 Februari 2024 kepada BEI.

