DCI Indonesia (DCII) Salip Market Cap BBNI dan ASII hingga Kekayaan Otto Toto Sugiri Rp 57,48 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Penguatan pesat harga saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) hingga auto reject atas (ARA) dalam tiga hari terakhir menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham emiten ini melesat menjadi Rp 192,18 triliun.
Bahkan, market cap DCII kini telah menyalip PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 160,94 triliun dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 191,88 triliun, meski akhirnya ditutup Rp 192,28 triliun. DCII tercatat sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ke-11 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca Juga
Berdasarkan data perdagangan BEI hingga intraday sesi II, Jumat (21/2/2025, saham DCII berhasil torehkan kenaikan hingga ARA dalam tiga hari beruntun. Saham DCII melesat dari level penutupan Selasa (18/2/2025) dari Rp 46.700 menjadi Rp 80.650 pada Jumat (21/2/2025) atau melambung 72,69%.
Dipicu atas lompatan harga saham emiten yang dikendalikan Otto Toto Sugiri ini, BEI memasukkan harga saham DCII masuk dalam unusual market activity (UMA) atau bergerak di luar kebiasaan.
Lompatan harga saham DCII terjadi setelah emiten data center yang dikendalikan konglomerat Otto Toto Sugiri ini mengungkap sedang menjajaki aksi korporasi pemecahan nilai nominal (stock split) saham.
Baca Juga
Manajemen menilai bahwa stock split dapat meningkatkan likuiditas saham serta menurunkan harga saham per lembar. Di mana harga saham yang lebih terjangkau, para investor akan lebih tertarik untuk membeli saham tersebut.
Kekayaan Otto Melesat
Berkat lompatan harga saham DCII ke rekor tertinggi baru sepanjang masa, Otto Toto Sugiri bertindak sebagai pengendali dan CEO DCII dengan kepemilikan 29,9% saham, Marina Budiman sebanyak 22,51% saham, Han Arming Hanafia sebanyak 14,11% saham, dan Anthoni Salim mencapai 11,12% saham.
Dengan kepemilikan tersebut, nilai saham Otto Toto Sugiri telah mencapai Rp 57,48 triliun. Kenaikan tersebut menjadikan Otto Toto sebagai orang terkaya ke-10 di Indonesia berdasarkan perhitungan Forbes real time. Sedangkan pemegang saham lainnya Marina Budiman mencapai Rp 43,26 triliun, Han Arming mencapai Rp 27,12 triliun, dan Anthoni Salim memegang Rp 21,37 triliun.
Penguatan harga saham ini juga didukung tengah ekspansi kapasitas data center perseroan sebanyak 9 MegaWatt (MW) di Surabaya, Jawa Timur. Otto Toto Sugiri mengatakan, penambahan kapasitas 9 MW ditargetkan selesai pada awal tahun 2026.

