Top! Market Cap Saham DCI Indonesia (DCII) Salip Bank Mandiri (BMRI) hingga Dekati Amman (AMMN)
JAKARTA, investortrust.id – PT DCI Indonesia Tbk (DCII) berhasil salip kapitalisasi pasar (market cap) PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Hal ini terjadi setelah saham DCII kembali torehkan penguatan hampir 10% menjadi Rp 186.000 pada perdagangan intraday sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/3/2025).
Penguatan harga saham pengembang data center ini berlanjut, meskipun masih ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme full call auction (FCA) BEI. Kenaikan tersebut menjadikan market cap DCII menembus level Rp 442,32 triliun menyalip BMRI dengan market cap Rp 438,89 triliun.
Baca Juga
Bukan Karena Stock Split, Faktor Ini Disebut Jadi Pemicu Utama Lonjakan Saham DCI Indonesia (DCII)
Penguatan harga tersebut menjadikan market cap DCII diperingkat ke tujuh melewati saham Bank Mandiri (BMRI) dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 436,12 triliun. Nilai market cap DCII juga mendekati PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) bernilai Rp 453,23 triliun pada perdagangan intraday sesi I hari ini.
Lompatan tersebut membuat nilai kekayaan tiga pengendali DCII kian membumbung, yaitu Otto Toto Sugiri selaku pengendali dengan kepemilikan terbanyak 29,9% saham DCII, sehingga kekayaannya melesat menjadi Rp 133 triliun, dibandingkan akhir 2024 baru bernilai Rp 30 triliun.
Marina Budiman selaku pengendali dengan memegang 22,51% saham DCII torehkan kekayaan senilai Rp 100 triliun, dibandingkan akhir tahun 2024 baru mencapai Rp 22,58 triliun dari saham ini. Begitu juga dengan Han Arming Hanafia selaku pemegang 14,11% saham DCII torehkan kekayaan Rp 62 triliun, dibandingkan akhir 2024 senilai Rp 14,16 triliun.
Baca Juga
Tarif Royalti Dinaikkan, Begini Dampaknya bagi Perkiraan Kinerja Emiten ANTM hingga MDKA
Tak hanya tiga pengendali tersebut, Anthoni Salim selaku investor DCII dengan kepemilikan 11,12% saham catatkan kekayaan Rp 49 triliun dari saham DCII. Angka tersebut meroket dari nilai sahamnya akhir tahun lalu baru mencapai Rp 11,15 triliun saat harga penutupan saham DCII Rp 42.100 akhir 2024.
Sebelumnya terungkap awal mula loncatan harga saham DCII setelah manajemen mengonfirmasi rencana pelaksanaan pemecahan saham (stock split) sebagaimana dikomunikasikan melalui surat permohonan persetujuan prinsip pada 19 Februari 2024 kepada BEI.
Manajemen menilai bahwa stock split dapat meningkatkan likuiditas saham serta menurunkan harga saham per lembar. Di mana harga saham yang lebih terjangkau, para investor akan lebih tertarik untuk membeli saham tersebut.

