Rupiah Menguat Usai Pengumuman Realisasi APBN September 2025
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan defisit APBN September 2025 sebesar Rp 371,5 triliun atau setara 1,56% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Usai pengumuman laporan APBN tersebut, nilai tukar rupiah justru berbalik menguat. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah naik 3 poin atau 0,01% menjadi Rp 16.577 per dolar AS pada Selasa (14/10/2025).
Baca Juga
Penurunan Harga Komoditas Global Seret APBN September 2025 ke Defisit Rp 371,5 Triliun
Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi menilai, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan kuat di tengah ketidakpastian global. “Prospek ekonomi nasional semakin positif didukung pertumbuhan ekonomi yang solid, inflasi yang stabil, serta perbaikan ekspor di tengah tren penurunan suku bunga global,” ujar Ibrahim, Selasa (14/10/2025).
Selain itu, neraca perdagangan kumulatif Januari–Agustus 2025 meningkat 52,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan kinerja ekspor yang tetap kuat.
Baca Juga
Belum Beri Dampak ke Devisa, Purbaya Beri Sinyal Aturan DHE SDA Akan Dikaji Ulang
Dari sisi eksternal, pasar turut menyoroti rencana Presiden AS Donald Trump bertemu Presiden China Xi Jinping pada akhir Oktober. Informasi ini disampaikan oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan dinilai dapat memengaruhi arah kebijakan perdagangan global.
Sementara itu, prospek pemangkasan suku bunga The Fed masih membayangi pasar Amerika Serikat. Melihat kondisi tersebut, Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah masih berpotensi melemah pada perdagangan berikutnya. “Rupiah kemungkinan bergerak di kisaran Rp 16.600 hingga Rp 16.650 per dolar AS,” tutupnya.

