Bisakah WFH 1 Hari Tekan Konsumsi BBM? Begini Kata Pengamat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah merencanakan menerapkan serangkaian kebijakan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Salah satunya adalah dengan rencana Work From Home satu hari (WFH-1) dalam satu minggu bagi pegawai aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta.
Rencana ini dilakukan imbas dari konflik di Timur Tengah yang masih memanas hingga kini. Ketegangan ini memicu meroketnya harga minyak dunia hingga di atas US$ 100 per barrel. Diketahui pada 20 Maret 2026, harga minyak Brent mencapai US$ 112.19 per barrel.
Mengenai rencana WFH tersebut, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai kebijakan itu tidak serta-merta langsung membuat penghematan dari sisi penggunaan BBM di dalam negeri.
"Barangkali ASN dan pekerja swasta tidak kerja di rumah pada hari Jumat, tetapi Work From Everywhere (WFE) di tempat wisata sekalian menikmati long weekend sehingga konsumasi BBM tidak dapat dihemat secara signifikan," ucap Fahmy dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/3/2026).
Baca Juga
Gejolak Timur Tengah Bayangi Harga Emas Dunia dan Logam Mulia, Ini Prediksi Pengamat
Lebih lanjut, ia mencontohkan pada saat pandemi Covid-19, WFH cukup berhasil menghemat BBM karena ada variabel paksa agar tidak tertular Covid-19, sedangkan variabel paksa tidak ada pada WFH-1. Menurutnya, tidak ada variabel paksa, sangat sulit WFH-1 bisa diterapkan secara konsekuen.
"Selain itu, WFH-1 berpotensi menurunkan pendapatan bagi sektor transportasi, termasuk jasa ojol, warung-warung UMKM yang selama ini menyediakan makan siang bagi ASN dan pekerja swasta, dan usaha lainnya," ungkapnya.
Baca Juga
Harga Minyak Terus Terkerek di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah, Bisa Tembus US$ 180?
Selain itu, Fahmy pun menilai dengan wewajibkan WFH satu hari bagi pekerja swasta yang bekerja di sektor manufkatur juga akan menurunkan produktivitas kerja yang merugikan bagi sektor manufaktur.
"Pemerintah sebaiknya mempertimbangkan masak-masak dengan menghitung secara teliti cost and benefit WFH-1. Jangan sampai penerapan WFH-1 memberikan manfaat penghematan subsidi BBM, tetapi sektor lain yang harus menanggung biayanya," imbuh Fahmy.

