Gejolak Timur Tengah Bayangi Harga Emas Dunia dan Logam Mulia, Ini Prediksi Pengamat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas dunia dan logam mulia domestik diprediksi akan mengalami fluktuasi tajam di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang semakin memanas. Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa pasar saat ini tengah mencermati potensi terjadinya perang darat antara Iran dengan aliansi Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Ibrahim mengungkapkan bahwa kondisi geopolitik saat ini berada pada titik kritis setelah tewasnya sejumlah pimpinan Iran akibat serangan rudal. Hal ini dinilai menutup pintu negosiasi diplomatik antar pihak yang bertikai.
"Tidak ada terjadi negosiasi karena kepala-kepala pimpinannya di Iran itu semuanya adalah tewas terkena serangan dari Israel dan Amerika Serikat. Sehingga apa? Jarang ada testimoni-testimoni, pernyataan-pernyataan resmi ya dari pemimpin-pemimpin Iran karena pemimpin-pemimpin Iran semuanya tewas dibunuh oleh rudal-rudal Israel dan Amerika," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (22/3/2026).
Baca Juga
Emas Anjlok Hampir 10% dalam Sepekan, Sinyal Koreksi atau Peluang Akumulasi?
Menurutnya, pasar kini sedang menunggu momentum besar yang dapat mengubah arah tren harga emas secara signifikan. Ia menilai perang darat merupakan faktor kunci yang akan menentukan apakah emas akan melonjak atau justru melemah.
"Investor sebenarnya sedang menunggu tentang perang darat. Perang darat antara Iran dengan Amerika-Israel ya ini yang sedang ditunggu oleh pasar. Kalau seandainya nanti terjadi perang darat kemudian Iran dikalahkan, ya kemungkinan besar ini harga emas, dolar ini pun juga akan melemah. Tetapi kalau seandainya Iran memenangkan perang, ini akan membuat harga emas akan meloncat kembali ya mengalami kenaikan yang cukup signifikan," ujarnya.
Ibrahim menambahkan bahwa serangan-serangan yang dilakukan Iran terhadap fasilitas minyak, gas, hingga kapal induk Amerika di Timur Tengah telah memicu kekhawatiran kenaikan harga energi secara permanen. Kondisi ini membuat bank sentral global cenderung mempertahankan suku bunga tinggi, yang untuk sementara waktu menekan harga emas dunia.
Baca Juga
Meskipun harga emas dunia ditutup turun tajam di level US$ 4.497,37 per troy ons pada Sabtu (21/3/2026) pagi, Ibrahim mengaku tetap optimis terhadap prospek logam mulia dalam jangka panjang. "Walaupun penurunan harga emas dunia, logam mulia sampai saat ini ya, saya masih optimis bahwa harga emas dunia, logam mulia ini akan kembali menguat tinggal menunggu momentum saja," ucapnya.
Untuk perdagangan pekan depan, Ibrahim memproyeksikan harga emas dunia memiliki level support pertama di US$ 4.423,06 dan resistance pertama di US$ 4.559,86 per troy ons. Sementara untuk logam mulia domestik, harga diprediksi bergerak di rentang Rp 2.840.000 hingga Rp 2.920.000 per gram.

