Pengamat Otomotif: WFH Efektif Hemat BBM, tetapi...
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu menilai kebijakan work from home (WFH) dari pemerintah relevan untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini dinilai penting di tengah tekanan ekonomi dan energi global.
Yannes menyebut WFH sebagai kebijakan pragmatis sekaligus esensial. Ia menilai strategi ini mampu membantu menjaga stabilitas anggaran negara.
“Kebijakan WFH dalam konteks penghematan BBM saat ini memang bisa dilihat sebagai langkah pragmatis sekaligus cukup esensial untuk menjaga stabilitas APBN di tengah tekanan geoekonomi global,” ujarnya saat dihubungi investortrust.id, Jumat (27/3/2026).
Yannes menambahkan, kebijakan ini juga berdampak pada pola konsumsi energi masyarakat. Menurutnya sejumlah negara telah membuktikan efektivitas kebijakan serupa.
Pakistan dan Filipina disebut berhasil meredam tekanan impor energi melalui pembatasan mobilitas. Selain itu, Thailand dan Vietnam juga dinilai sukses menekan konsumsi BBM harian.
Baca Juga
Meski demikian, dosen ITB itu juga menegaskan bahwa dampak WFH secara kuantitatif masih terbatas. Konsumsi BBM terbesar tetap berasal dari sektor yang tidak bisa beralih ke kerja jarak jauh.
“Secara kuantitatif, dampak awalnya mungkin terbatas di kisaran 5-20% karena konsumsi terbesar tetap berasal dari sektor logistik dan transportasi publik yg tidak bisa beralih ke WFH,” jelasnya. Kondisi inilah yang membuat penghematan tidak bisa maksimal dalam jangka pendek.
Namun, ia menilai dampak kualitatif kebijakan ini jauh lebih besar. WFH dinilai mampu membentuk kesadaran efisiensi energi secara nasional.
“Namun secara kualitatif efeknya jauh lebih besar karena membentuk mindset masyarakat thd efisiensi energi di level nasional,” tutupnya.

