Sahamnya Melonjak 20%, BBTN Menjadi Bank Paling Diuntungkan atas Penempatan Dana Pemerintah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dinilai menjadi paling diuntungkan atas kebijakan penempatan dana pemerintah senilai Rp 200 triliun ke lima bank umum untuk mendorong likuiditas dan perekonomian. Masuknya dana murah ini berpotensi menekan biaya dana (cosf of fund/CoF) BTN yang selama ini berada di atas 4% dan secara bersamaan bisa mengerek naik margin bunga bersih (NIM).
Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Senin (15/9/2025) menyebutkan bahwa masuknya dana tersebut berpotensi memangkas biaya dana (cost of fund/CoF) perbankan sekitar 1-13%. Pemangkasan terbesar CoF akan dinikmati oleh BBTN, karena rasio dana pemerintah yang ditempatkan di BBTN setara dengan 6,2% dari dana pihak ketiga dan bisa mengerek turun CoF yang selama ini berada di atas 4%.
Baca Juga
Menkeu Purbaya: Dana Rp 200 Triliun di Bank BUMN Tak Ada Tenor 6 Bulan
“Berdasarkan analisis kami, jika bank tidak diwajibkan mengejar pertumbuhan kredit, mereka berpotensi menurunkan biaya dana sebesar 1–13 bps, dengan BBTN sebagai penerima manfaat terbesar mengingat porsi dana pemerintah terhadap suku bunga deposito berjangka lebih besar. Namun jika bank menggunakan dana tersebut untuk menggantikan deposito berjangka berbunga tinggi (misalnya 6,5%), biaya dana bisa turun 8–16 bps dengan BBNI dan BBTN yang paling diuntungkan, karena porsi dana pemerintah terhadap total simpanan lebih besar,” tulis riset tersebut.
Pandangan senada datang dari analis Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat dan Boby Kristanto Chandra. Mereka dalam riset harian yang dirilis kemarin menyebutkan bahwa BBTN dan BBNI menjadi penerima manfaat terbesar dari penempatan dana tersebut, diikuti oleh BBRI, BRIS, dan kemudian BMRI. “Program injeksi likuiditas ini juga berpotensi mendorong pertumbuhan kredit industri dan menekan biaya dana,” tulis riset tersebut.
Rudiyanto, Direktur Panin Asset Manajememen, dalam instagramnya menyebutkan bahwa BBTN menjadi bank yang paling diuntungkan dari penempatan dana tersebut dengan setara dengan potensi tambahan laba bersih sebanyak 0,43% atau setara dengan 14,29% terhadap perolehan laba bersih tahun 2024, jika dana simpanan pemerintah Rp 25 triliun disalurkan melalui kredit.
Baca Juga
Purbaya: Dana yang Ditempatkan di 5 Bank Dapat Bunga Sebesar 80% BI Rate
“Secara umum gelontoran dana pemerintah ke bank untuk disalurkan menjadi kredit menjadi sentimen positif terhadap ekonomi. Dana tersebut bisa menekan bunga kredit dan bunga deposito juga ikut turun,” tulisnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan telah menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No. 276/2025 yang mengatur penempatan dana negara di bank umum dalam bentuk On Call Deposits. Dana ini akan ditempatkan di BRI senilai Rp55 triliun, Bank Mandiri mencapai Rp55 triliun, BNI sebanyak Rp55 triliun, BTN senilai Rp25 triliun, dan Bank Syariah Indonesia mencapai Rp10 triliun.
BBTN Moncer
Sejalan dengan meluncurkan kebijakan tersebut, saham-saham perbankan kompak catatkan penguatan harga dalam lima hari transaksi terakhir. Saham BBTN tercatat sebagai saham dengan kenaikan harga paling pesat dalam lima hari terakhir mencapai 20,35%. Saham yang fokus pembiayaan perumahan ini telah melesat dari level Rp 1.155 pada 8 September menjadi Rp 1.390 pada 15 September atau dalam lima hari transaksi.
Kenaikan harga tersebut jauh melampaui kenaikan harga saham bank lainnya, seperti BBRI hanya naik 6,15% menjadi Rp 4.140, BBNI menguat 5,50% menjadi Rp 4.410, BBCA naik 4,22% menjadi Rp 8.025, BRIS naik sebanyak 3,88% menjadi Rp 2.680, dan BMRI dengan kenaikan paling rendah hanya 0,89% menjadi Rp 4.530.
Baca Juga
BBTN Didukung Sentimen Positif, Target Harga Saham Direvisi Naik ke Rp 1.600
Terkait prospek harga saham BBTN, Samuel Sekuritas dalam riset terakhirnya telah merevisi naik rekomendasi saham BBTN menjadi buy dengan target harga baru Rp 1.600. Target harga ini merefleksikan perbaikan margin bunga bersih (NIM) serta langkah manajemen menaikkan target pertumbuhan kredit tahun ini. Sentimen positif juga ditopang oleh kinerja keuangan BBTN yang solid hingga semester I-2025.
Target harga ini mecerminkan valuasi PBV 2025F sebesar 0,48x. Target harga ini juga mempertimbangkan kenaikan target pertumbuhan kredit 2025 ke 7–9% dari sebelumnya 7–8% yang didukung program FLPP dan KUR Perumahan. Sementara itu, target pertumbuhan DPK juga dinaikkan menjadi 8–10%.
Grafik Saham Bank

