BTN (BBTN) bakal Menjadi Bank paling Diuntungkan jelang Pemerintahan Baru, Berikut Analisanya
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) bakal menjadi emiten yang paling diuntungkan pada pemerintahan baru mendatang, seiring dengan rencana penerapan kebijakan insentif pajak sebanyak 16% bersamaan dengan ekspektasi penurunan tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI).
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim S. Djojohadikusumo sebelumnya menyebutkan rencana Presiden Terpilih Prabowo Subianto untuk menghapus pajak properti sebanyak 16%, yang terdiri atas penghapusan PPN sebanyak 11% dan BPHTB sebesar 5% dalam beberapa tahun.
Analis Kiwoom Sekuritas Mifthaul Khaer mengatakan, penghapusan pajak properti sebanyak 16% akan membawa dampak signifikan terhadap sektor properti dan perbankan yang focus pembiayaan properti, khususnya Bank Tabungan Negara (BTN) ke depan.
Baca Juga
Jelang Pelantikan Prabowo, Laju Saham BBTN Tersengat Program Perumahan
“Kebijakan tersebut akan meningkatkan daya beli property oleh masyarakat, mengerek penjualan properti, dan pertumbuhan kredit di sektor perumahan. Hal ini juga dapat mempercepat tercapainya target pembangunan rumah dan memberikan stimulus positif bagi perekonomian secara keseluruhan,” ujarnya ketika dihubungi di Jakarta, Rabu (16/10/2024).
Bagi BTN, terang dia, kebijakan ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan kredit, pangsa pasar, dan profitabilitas. Secara keseluruhan, kebijakan ini memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan sektor properti, namun perlu diimbangi dengan perencanaan yang matang untuk mengatasi potensi dampak negatifnya.
Pandangan positif juga disampaikan analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji. Menurut dia, sejumlah berita positif dalam beberapa hari terakhir menjadi factor pendukung kenaikan harga saham BBTN dalam sepekan terakhir. Selain itu, sentimen penopang datang dari dinamika The Fed dan penurunan suku bunga BI.
Baca Juga
“Sejumlah faktor tersebut menjadi sentiment positif terhadap pergerakan harga saham BBTN. Sentimen tersebut membuat penguatan harga saham bank milik negara ini pesat dalam sepekan terakhir mengalahkan saham perbankan lainnya,” ujarnya di Jakarta, Rabu (16/10/2024).
Terkait rencana pemerintah menggulirkan insentif berupa pengurangan pajak PPN dan BPHTB pembelian rumah sebanyak 16%, dia mengatakan, akan menjadi stimulus utama terhadap saham sektor property, termasuk BBTN sebagai bank yang focus kredit kepemilikan rumah.
“Kami menilai bahwa sejumlah sentimen ini bakal mendongkrak penyaluran kredit BBTN ke depan, apalagi setelah memasuki tren penurunan tingkat suku bunga perbankan.” Terangnya.
Baca Juga
Tumbuh 13%, BTN Catat Penyaluran Kredit Rp 355,27 Triliun per Agustus 2024
Hal ini mendorong Nafan untuk menargetkan saham BBTN Rp 1.590 dalam waktu dekat. Target tersebut juga menggambarkan fundamental dengan tren penurunan suku bunga dan sejumlah rencana kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan sektor property.
Sementara itu, pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/10/2024), kembali torehkan penguatan 0,67% menjadi Rp 1.500, bahkan saham ini sempat menyentuh level Rp 1.525. BBTN menguat saat mayoritas saham bank catatkan penurunan. Berdasarkan data, saham BBTN telah berhasil torehkan penguatan sebanyak 7,91% dalam lima hari perdagangan terakhir ini.
Penguatan harga saham BBTN juga mengungguli saham emiten bank papan atas lainnya, seperti BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, hingga BRIS. Kenaikan harga BBTN juga mengungguli penguatan IHSG BEI dan indeks saham sektor keuangan dalam lima hari perdagangan terakhir.
Grafik Saham BBTN

