BTN (BBTN) Paling Diuntungkan Pemangkasan BI Rate, Begini Perhitungannya
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menjadi bank yang paling diuntungkan atas pemangkasan suku bunga (BI Rate) sebanyak 25 bps menjadi 5,75% baru-baru ini. Pemangkasan tersbeut akan membuat penurunan biaya dana hingga akhirnya menaikkan margin keuntungan.
Dampak penurunan suku bunga tersebut langsung berimbas terhadap penguatan harga saham BBTN sebanyak Rp 45 (4,29%) menjadi Rp 1,095 pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (15/1) saat pemangkasan BI rate diumumkan. Penguatan juga berlanjut hingga penutupan perdagangan kemarin sebanyak Rp 10 menjadi Rp 1.105.
Baca Juga
Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano dalam riset yang diterbitkan hari ini menyebutkan, dampak paling positif dari pemangkasan BI Rate sebanyak 25 bps menjadi 5,75% adalah pelonggaran likuiditas dana perbankan yang diprediksi lebih cepat, dibandingkan perkiraan semula.
Sedangkan emiten bank yang paling diuntungkan atas pemangkasan suku bunga secara tiba-tiba kali ini, terang dia, adalah bank yang memiliki dana pihak ketiga (DPK) yang didominasi deposito berjangka. Teratas BBTN yang memiliki porsi DPK dalam bentuk deposito berjangka mencapai 49% hingga kuartal III-2024.
“Emiten dengan posisi simpanan deposito yang dominan terhadap DPK akan menjadi bank yang paling diuntungkan, teratas yang paling diuntungkan adalah BBTN yang memiliki porsi simpanan deposito besar,” tulisnya.
Baca Juga
Di tengah kondisi tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BBTN dengan target harga Rp 1.400. Target tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun ini sekitar 4,6 kali dan PBV sekitar 0,5 kali.
Sebelumnya, terdorong rencana perubahan skema subsidi kredit kepemilikan rumah (KPR), penjualan aset bermasalah (bulk sales), dan spin off unit usaha syariah akan menjadi tiga sentimen utama kinerja keuangan dan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) ke depan.
Sebelumnya, analis Sinarmas Sekuritas Ivan Purnama Putera memperkirakan pertumbuhan kredit BTN mencapai 14% tahun 2025 dan margin bunga bersih (NIM) diharapkan terus meningkat. “Kami memperkirakan pada 2025 menjadi tahun yang baik bagi BTN terdorong ekspektasi kebijakan subsisi perumahan lebih menguntungkan bagi perseroan,” ujarnya dalam riset akhir Desember 2024.
Baca Juga
Bos BNI Sebut Penurunan BI Rate Jadi Sinyal Positif Ke Perbankan
Pertumbuhan kinerja, terang dia, juga bakal didukung keputusan pemerintah yang mematok sebanyak 800 ribu unit rumah akan mendapatkan subsidi pembelian rumah melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dengan struktur pendanaan pemerintah dan bank dibagi rata 50:50.
Hal ini mendorong Sinarmas Sekuritas untuk merekomendasikan Add saham BBTN dengan target harga Rp 1.410 per saham. Target harga tersebut juga mempertimbangkan proyeksi laba bersih tahun 2024 senilai Rp 3,18 triliun dan diharapkan meningkat menjadi Rp 3,68 triliun pada 2025.
Grafik Saham BBTN

