INCO Akselerasi Pertumbuhan Pendapatan dan Laba, Sahamnya Direvisi Naik
JAKARTA, investortrust.id – Target kinerja keuangan dan harga saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) direvisi naik, seiring dengan potensi percepatan pertumbuhan kinerja keuangan pada paruh kedua bersamaan dengan harga jual komoditas yang diprediksi lebih tinggi. Pergerakan saham INCO juga akan didukung peluang percepatan sejumlah proyek yang tengah dikerjakan.
Melihat peluang tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target laba bersih INCO dari semula US$ 83 juta menjadi US$ 104 miliar juta. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan direvisi naik dari US$ 935 juta menjadi US$ 1,01 miliar. Target pendapatan dan laba bersih tahun 2024 juga direvisi naik menjadi masing-masing US$ 1,25 miliar dan US$ 170 juta.
Baca Juga
Valuasi Pasar PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Masih di Bawah Peers, Tapi Harga Bisa Sampai Segini...
Revisi naik kinerja keuangan tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk menaikkan target harga saham INCO dari semula Rp 3.300 menjadi Rp 4.700. Dengan target harga tersebut, terbuka peluang penguatan harga saham ini lebih dari 25% dengan mengacu harga penutupan saham INCO kemarin level Rp 3.740.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Erindra Krisnawan mengatakan, INCO diproyeksikan mencatat percepatan pertumbuhan pendapatan dan laba pada semester II-2025 hingga tahun 2026, ditopang kenaikan payability nikel matte serta produksi bijih. Peluang pertumbuhan juga datang dari estimasi proyek HPAL juga tetap sesuai jadwal untuk komisioning pada kuartal IV-2026, dengan peluang percepatan lebih awal.
Percepat pertumbuhan kinerja paruh kedua, menurut dia, datang dari persetujuan RKAB sebesar 2,2 juta wmt bijih saprolite yang diharapkan datang dari blok Bahodopi yang terbagi rata pada kuartal III dan IV-2025 masing-masing 1,0–1,2 juta wmt per kuartal. “Perseroan juga telah mengamankan harga premium bijih di level US$25 per ton hingga Desember 2025, sehingga berpotensi mendongkrak pendapatan US$ 56 juta pada semester II tahun ini,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
IHSG Akan Kembali Uji Level 8.000 dengan Saham Pilihan Hari Ini
Pada segmen nikel matte, menurut dia, INCO menargetkan pengiriman 35,6 ribu ton pada semester II-2025 atau naik 2% dari periode sama tahun lalu. Capaian tersebut ditopang percepatan jadwal pemeliharaan yang sudah dialihkan ke semester I-2025 serta rencana perombakan kembali tungku listrik-3 pada kuartal IV-2025. Selain itu, perseroan telah menyepakati kenaikan tingkat payability nikel matte dengan pembeli ke level 82%.
INCO juga didukung komisioning proyek HPAL pada kuartal IV-2026 atau berjalan lebih cepat ke kuartal III-2026. Sementara itu, operasi tambang Pomala dijadwalkan mulai kuartal III-2026 dengan potensi lebih cepat menjadi kuartal I–II-2026. Perusahaan menggelontorkan belanja modal US$ 226 juta pada semester I-2025 dan alokasi US$ 241 juta di pada paruh kedua tahun ini. Sedangkan US$ 750 juta dan US$ 907 juta dianggarakan untuk tahun 2026 dan 2027 guna mendukung proyek pertumbuhan.

