Valuasi Pasar PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Masih di Bawah Peers, Tapi Harga Bisa Sampai Segini...
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Kinerja PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dalam lima tahun terakhir menunjukkan dinamika yang signifikan di tengah tantangan global sektor pertambangan dan perubahan harga komoditas.
Berdasarkan data dari Investing.com, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang cukup impresif pada 2021 hingga 2023, namun mengalami penurunan tajam pada 2024.
Pendapatan INCO meningkat dari Rp10,8 triliun pada 2020 menjadi puncaknya di Rp18,9 triliun pada 2023. Namun, pada tahun 2024, pendapatan turun drastis sebesar 22,9 persen menjadi Rp15,3 triliun. Penurunan ini menyebabkan margin laba kotor merosot dari 28,2% di tahun sebelumnya menjadi hanya 11,4% pada 2024. Sementara itu, laba operasional juga anjlok tajam dari Rp4,98 triliun pada 2023 menjadi Rp663 miliar pada 2024.
Tingginya beban operasional turut memengaruhi performa laba. Biaya operasional pada 2024 melonjak menjadi lebih dari Rp1 triliun, hampir tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Di sisi lain, catatan pendapatan lain-lain juga mengalami defisit signifikan, membebani laba bersih secara keseluruhan.
Dari sisi benchmark, valuasi pasar INCO masih berada di bawah rata-rata rekan sejawat dan sektor. Kapitalisasi pasarnya tercatat Rp37,5 triliun, lebih rendah dibanding rerata peers di angka Rp50 triliun, apalagi jika dibanding sektor material secara keseluruhan yang mencapai Rp693 triliun.
Dari sisi pengembalian harga saham selama setahun terakhir, INCO mencatatkan -4,1%, jauh tertinggal dibanding rerata peers yang mencapai 78,6 persen.
Financial health INCO juga menunjukkan kinerja yang perlu menjadi perhatian. Skor tertinggi perusahaan hanya pada aspek arus kas (Cash Flow Health) mendapatkan oleh Investing.com diberi nilai 3 dari 5.
Baca Juga
Pendapatan Vale (INCO) Turun Jadi US$ 426,73 Juta, Ini Faktor Utama Penekan
Namun, aspek lain seperti pertumbuhan (Growth Health) hanya mendapat nilai 1, menandakan pertumbuhan yang stagnan atau bahkan negatif. Secara umum, posisi keuangan INCO dikategorikan dalam tingkat "Fair Performance".
Meski demikian, ada potensi pertumbuhan ke depan. Berdasarkan konsensus dari 14 analis, harga wajar saham INCO diperkirakan berada di level rata-rata Rp4.331,98 dengan potensi kenaikan (upside) sekitar 21,7% dari harga pasar saat ini.
Target analis berkisar antara Rp2.936 hingga Rp4.899, sementara beberapa model valuasi menyebut potensi hingga Rp5.748 per saham.
Kinerja historis INCO menunjukkan ketergantungan tinggi terhadap harga komoditas dan biaya operasional. Perseroan juga menghadapi tekanan dari emisi karbon, yang akan semakin relevan dengan standar ESG ke depan. Kendati demikian, peluang masih terbuka jika perseroan dapat memperbaiki efisiensi, diversifikasi produk, dan menjaga daya saing dalam industri nikel global.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia di akhir pekan 1 Agustus 2025, INCO berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,19%, dengan kenaikan sebesar 110 poin, dan ditutup di harga Rp3.560.
Jika anda menginginkan analisa saham secara cepat dan mudah dari Investing.com, dapatkan diskon khusus bagi pembaca Investortrust.id dengan klik di sini

