IHSG Akan Kembali Uji Level 8.000 dengan Saham Pilihan Hari Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/8/2025), akan kembali menguji area 8.000. Penguatan masih ditopang penurunan tingkat suku bunga atau BI Rate sebanyak 25 bps menjadi 5%.
Keputusan pemangkasan BI Rate kemarin berhasil mengangkat IHSG sebanyak 1,03% atau naik 80,88 poin ke level 7.943,82. Penguatan tersebut menjadi rebound pertama setelah indeks dilanda penurunan dua hari beruntun.
Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana mengatakan, IHSG akan kembali menguji area 8.000 setelah berhasil ditutup melesat lebih dari 1% kemarin. “Jika mampu menembus level 8.017, peluang menuju resistance jangka panjang di 8.118–8.206 semakin terbuka, sementara support kuat berada di 7.800–7.873,” ucap Hendra saat dihubungi investortrust.id Rabu, (20/8/2025).
Baca Juga
Waskita (WSKT) Tetapkan Manajemen Baru, Fokus Pemulihan Kinerja dan Restrukturisasi
Dia mengatakan, sentimen positif pemangkasan suku bunga ke level terendah sejak akhir 2022 capai 5% menjadi katalis positif yang membuat LQ45 menguat 1,44% ke 826,95. Kenaikan indeks kemarin juga didukung penguatan saham big cap, seperti rebound saham BBCA dan BREN.
Senada, Penggiat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa menyebutkan bahwa penguatan IHSG seiring dengan rilis keputusan pemangkasan suku bunga acuan BI sebesar 25 basis poin menjadi 5%. Menurutnya keputusan ini memberikan efek kejut kepada investor, karena konsensus analis memperkirakan BI akan menahan suku bunga di 5,25%.
“Pelonggaran ini memberikan sinyal positif bagi pasar, terutama sektor-sektor yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga seperti perbankan dan properti,” ujar Reydi kepada investortrust.id Rabu, (20/8/2025).
Baca Juga
The Fed Terbelah dalam Putuskan Kebijakan Suku Bunga, Risalah FOMC Ungkap Alasannya
Secara teknikal untuk perdagangan hari ini, Reydi memproyeksikan, penguatan IHSG tetap terbuka, terlebih apabila didukung dengan arus dana asing yang masuk kemarin di beberapa perbankan besar, terkecuali BBCA yang masih dijual asing senilai Rp 344 miliar kemarin.
“Jika bursa saham hari ini lanjut menguat, Reydi menyoroti saham-saham yang berpotensi dapat dicermati seperti saham sektor perbankan dan properti,” jelasnya.
Saham Pilihan
Hendra kembali menjelaskan bahwa saham-saham perbankan, seperti BBRI sebanyak 2,72% dan BMRI sebanyak 3,13% menjadi motor penguatan, sementara AMRT melonjak 6,79% dan DCII ikut menguat 1,03%. Menariknya, BBCA yang sempat diguncang isu BLBI juga berbalik positif 0,29% ke 8.525, menandakan kepercayaan investor masih terjaga.
Selain itu, dia mengatakan, saham SCMA mulai mendapat sorotan didukung adanya akumulasi oleh induk usahanya, Elang Mahkota Teknologi (EMTK) yang menegaskan optimisme grup terhadap prospek bisnis media.
Baca Juga
Ramalan Terbaru BI, Pertumbuhan Ekonomi Global Semakin Melambat
“Narasi mengenai rencana IPO unit video streaming Vidio juga menjadi katalis baru yang berpotensi meningkatkan valuasi SCMA dalam jangka menengah. Dengan prospek pemulihan belanja iklan televisi dan peluang ekspansi digital, saham ini layak diperhatikan dengan target harga 350, seiring potensi unlock value dari aksi korporasi tersebut,” terang Hendra.
Untuk saham pilihan, Hendra merekomendasikan saham BBRI masih menarik dengan target Rp 4.300, BRMS bisa dilirik dengan target Rp 550 seiring tren positif komoditas, SCMA menarik dengan target Rp 350 berkat katalis IPO Vidio, dan MBMA berpotensi menuju Rp 470 berkat prospek hilirisasi nikel. “Kombinasi sentimen suku bunga yang lebih akomodatif dan katalis korporasi menjadikan peluang penguatan IHSG tetap terbuka,” terangnya.

