RAJA Genjot Pertumbuhan Lewat Akuisisi dan Proyek Baru, Target Harga Sahamnya Direvisi Naik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) kian agresif memperluas portofolio energi terintegrasi melalui aksi akuisisi dan proyek baru di segmen midstream hingga upstream. Sejumlah ekspansi ini berpeluang mendongkrak laba bersih perseroan ke depan, sehingga saham emiten yang dikendalikan Happy Hapsoro ini dipertahankan beli.
Samuel Sekuritas merekomendasikan beli saham RAJA dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 7.000. Target harga tersebut mencerminkan valuasi valuasi tahun 2026 dengan EV/EBITDA 22,9 kali. Target harga tersebut juga menunjukkan peluang penguatan lebih dari 50% dari level harga penutupan kemarin.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Gandeng Rukun Raharja (RAJA) Akuisisi 100% Saham Dua Perusahaan Bidang Migas Ini
Analis Samuel Sekuritas Fadhlan Banny dan Juan Harahap mengatakan, peluang lompatan kinerja dan harga saham RAJA didukung sejumlah aksi korporasi, seperti RAJA mengakuisisi 49% saham PT Hafar Daya Konstruksi dan PT Hafar Daya Samudera, dua entitas midstream dalam Hafar Group, dengan PTRO masih memegang sisanya 51%.
Estimasi Kinerja Keuangan RAJA
Sumber: Samuel Sekuritas
“Dengan akuisisi ini, RAJA memperluas eksposur ke konstruksi migas dan logistik serta semakin memperkuat sinergi antara Grup Hapsoro dan PTRO. Aksi akuisisi tersebut diperkirakan menambah laba bersih RAJA sebesar US$ 4 juta pada 2025 dan US$ 12 juta pada 2026 atau setara peningkatan 12–22%,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
RAJA juga tengah memproses akuisisi minoritas satu blok migas bernilai tinggi di Indonesia. Jika karakteristiknya mirip Blok Jabung, akuisisi tersebut berpotensi menyumbang tambahan laba sekitar US$ 6 juta pada 2026. Akuisisi ini ditargetkan tuntas pada 2025. Langkah upstream ini sejalan dengan strategi jangka pendek–menengah RAJA untuk menguasai porsi pada PSC besar tanpa menjadi operator, sembari mengelola PSC kecil secara langsung.
Baca Juga
Pemerintah Siapkan Bea Keluar Ekspor Emas 2026, Ini Dampaknya bagi Emiten Tambang
Sedangkan pada segmen midstream, RAJA terus memperluas rantai nilai gas melalui rencana akuisisi perusahaan niaga gas di Banten, aset pengapalan LNG (dua LNGC dan satu VLGC), serta studi kelayakan terminal LNG di Banten dan fasilitas LNG di Kalimantan.
RAJA juga memperkuat portofolio midstream melalui proyek pipa BBM Kalimantan Timur target penyelesaian kuartal IV-2027 dan fasilitas kompresor Sengkang target tuntas pada kuartal IV-2025. “Inisiatif ini diperkirakan menambah pendapatan US$ 10–11 juta pada 2026 dan memperkuat basis pendapatan jangka panjang,” tulisnya.

