DCI Indonesia (DCII) Melesat hingga Salip Market Cap PIK2 (PANI), Segini Kekayaan 4 Pemegang Saham Utamanya
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) kembali torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA) pada pembukaan perdagangan saham pagi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/2/2025. Penguatan tersebut menjadikan DCCI masuk dalam daftar 10 emiten kapitalisasi pasar (market cap) terbesar.
Berdasarkan data perdagangan saham BEI hingga pukul 09.15 WIB, saham DCII ditutup melesat hingga ARA senilai Rp 16.125 (19,99%) ke level tertinggi baru sepanjang masa Rp 96.775. Penguatan hingga ARA ini tercatat yang keempat dalam empat hari beruntun.
Baca Juga
Sahamnya ARA Tiga Hari Beruntun, DCI Indonesia (DCII) Pertegas Aksi Stock Split
Sejalan dengan lompatan harga saham DCII hingga ARA menjadikan kapitalisasi pasar emiten yang dikendalikan Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, dan Han Arming Hanafia, ini menjadi Rp 230,61 triliun. DCII menggulingkan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dari posisi emiten market cap terbesar ke-10 di BEI bernilai Rp 216,94 triliun.
Di tengah lompatan harga tersebut, segini kekayaan para pengendali dan pemegang saham DCII. Di antaranya, nilai kekayaan Otto Toto selaku pemegang 712.784.095 juta (29,9%) saham DCII naik menjadi Rp 68,97 triliun.
Begitu juga dengan Marina Budiman selaku pemegang 22,51% saham DCII memiliki kekayaan Rp 51,92 triliun dan Han Arming Hanfia pemegang 14,11% saham DCII menjadi Rp 32,55 triliun. Begitu juga dengan Anthoni Salim selaku pemegang 11,12% saham mencatatkan kekayaan senilai Rp 25,64 triliun.
Baca Juga
Begini Prospek Saham Adaro Andalan (AADI) di Tengah Peluang Masuk MSCI Index dan Pemangkasan Royalti
Sebelumnya, manajemen DCII menegaskan komitmen untuk menggelar pemecahan nilai nominal saham (stock split). Hal ini disampaikan dalam surat tanggapan atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring penguatan saham DCII hingga auto reject atas (ARA) dalam tiga hari beruntun.
“Perseroan mengonfirmasikan bahwa DCII memiliki rencana pelaksanaa pemecahan saham sebagaimana dikomunikasikan melalui surat permohonan persetujuan prinsip pada 19 Februari 2024,” tulis corsec DCII Gregorius Nicholas Suharsono dalam keterangan resminya di BEI, hari ini.

