IHSG Sesi I Anjlok 60 Poin, Saham DCII Penyelamat dari Keterpurukan Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (10/3/2025), ditututup melemah sebanyak 60 poin (0,91%) menjadi 6.538,19. Pergerakannya dalam rentang 6.499-6.598 dengan nilai transaksi Rp 4,61 triliun.
Pelemahan tersebut dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 3,24%, sektor energi 2,03%, sektor consumer primer 2,85%, sektor consumer non primer 2,02%, dan sektor property 1,37%. Satu-satunya sektor saham yang tetap cerah teknologi menguat 3,79% setelah saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) kembali melesat nyaris 10%.
Baca Juga
Petrindo (CUAN) Gelontorkan Rp 160,49 Miliar demi Borong Puluhan Juta Saham Petrosea (PTRO)
Meski IHSG melemah, sejumlah saham berikut torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham yang listing di BEI kemarin PT Sinar Terang MandiriT bk (MINE) kembali naik 24,44% menjadi Rp 336 dan saham PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) sebanyak 24,86% menjadi Rp 442.
Kenaikan juga melanda saham PT Sanuhasta Mitra Tbk (MINA) sebanyak 30,16% menjadi Rp 246, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) naik 20,80% menjadi Rp 4.530, dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menguat 9,44% menjadi Rp 186.000.
Sebaliknya penurunan melanda saham PT Remala Abadi Tbk (DATA), PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI), PT Green Power Group Tbk (LABA), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), dan PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR).
IHSG Kemarin ditutup melemah sebanyak 37,79 poin (0,57%) hingga kembali ke level 6.598 dengan pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham sebanyak Rp 843,42 miliar, yaitu saham PT Bank MandiriT bk (BMRI) Rp 397,63 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 84,34 miliar, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 69,60 miliar.
Baca Juga
Top! Market Cap Saham DCI Indonesia (DCII) Salip Bank Mandiri (BMRI) hingga Dekati Amman (AMMN)
Koreksi kemarin dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti sektor material dasar 3,24%, sektor kesehata 1,82%, sektor keuangan 0,60%, sektor property 0,82%, sektor infrastruktur 0,48%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor teknologi 5,32% setelah saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) lanjutkan penguatan sebanyak 10% menjadi Rp 169.950.
Meski IHSG bergerak di zona merah, sejumlah saham berikut torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) naik 35% menjadi Rp 189, PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) menguat 34,62% menjadi Rp 70.
Menguat hingga ARA juga melanda saham PT Sinar Terang MandiriT bk (MINE) sebanyak 25% menjadi Rp 270, dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) naik 19,85% menjadi Rp 15.850. Penguatan juga melanda saham sektor PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) naik 20% menjadi Rp 1.650.

