Sahamnya ARA Tiga Hari Beruntun, DCI Indonesia (DCII) Pertegas Aksi Stock Split
JAKARTA, investortrust.id – PT DCI Indonesia Tbk (DCII) kembali menegaskan komitmen untuk menggelar pemecahan nilai nominal saham (stock split). Hal ini disampaikan dalam surat tanggapan atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring penguatan saham DCII hingga auto reject atas (ARA) dalam tiga hari beruntun.
“Perseroan mengonfirmasikan bahwa DCII memiliki rencana pelaksanaa pemecahan saham sebagaimana dikomunikasikan melalui surat permohonan persetujuan prinsip pada 19 Februari 2024,” tulis corsec DCII Gregorius Nicholas Suharsono dalam keterangan resminya di BEI, hari ini.
Baca Juga
Berdasarkan data perdagangan BEI hingga penutupan, Jumat (21/2/2025, saham DCII berhasil torehkan kenaikan hingga ARA untuk ketiga kalinya pekan ini. Saham DCII melesat dari level penutupan Selasa (18/2/2025) level Rp 46.700 menjadi Rp 80.650 pada Jumat (21/2/2025) atau melambung 72,69% dalam tiga hari terakhir. Bahkan, saham DCII telah dimasukkan BEI dalam daftar unusual market activity (UMA) atau bergerak di luar kebiasaan.
Penguatan pesat tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham emiten ini melesat menjadi Rp 192,18 triliun. Bahkan, market cap DCII kini telah menyalip PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 160,94 triliun dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 191,88 triliun. DCII tercatat sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ke-11 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca Juga
Ini Daftar 6 Saham Tercuan Saat IHSG Ditutup Naik Tipis 0,22%
Berkat lompatan harga saham DCII ke rekor tertinggi baru sepanjang masa, nilai saham DCII yang digenggam Otto Toto Sugiri meningat menjadi Rp 57,48 triliun atas kepemilikan 29,9% saham. Sisanya Marina Budiman selaku pemegang 22,51% saham torehkan kekayaan Rp 43,26 triliun.
Pemegang saham lainnya yang ketiban untung besar adalah Han Arming Hanafia selaku pemilik 14,11% saham DCII dengan nilai kekayaan naik menjadi Rp 27,12 triliun dan dan Anthoni Salim selaku pemegang 11,12% saham DCII dengan nilai meningkat menjadi Rp 21,37 triliun.

