Market Cap 5 Emitennya Hangus Rp 388 Triliun Pagi Ini, Harta Prajogo Pangestu Ikut Tergerus Ratusan Triliun Rupiah
JAKARTA, investortrust.id – Prajogo Pangestu, taipan terkaya Indonesia, mencatatkan penurunan kekayaan senilai US$ 8,6 miliar atau setara dengan Rp 140 triliun (kurs Rp 16.300) pagi ini setelah saham emiten miliknya berguguran pada perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/2/2025). Hal ini setelah MSCI Index memastikan tiga saham miliknya tidak akan masuk perhitungan.
Berdasarkan data Forbes Real Time pagi ini menyebutkan kekayaan Prajogo hangus US$ 8,6 miliar hingga tersisa US$ 35,9 miliar hingga pukul 10.00 WIB. Kini, Prayogo turun ke peringkat 45 terkaya di dunia atau hanya terpaut sedikit dari Li Ka-Shing denga kekayaan US$ 37,3 miliar.
Baca Juga
Saham BREN, CUAN, dan PTRO Babak Belur Usai Gagal Masuk MSCI Indeks
Penyumbang terbesar atas penurunan kekayaan Prajogo tersebut datang dari saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) setelah kapitalisasi pasar (market cap) emiten ini hangus Rp 234 triliun menjadi Rp 939,84 triliun. Lagi-lagi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali merebut tahta sebagai emiten market cap terbesar Rp 1.127 triliun menggulingkan BREN.
Berdasarkan data, Prajogo bertindak sebagai pengendali saham BREN melalui perusahaannya PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menggenggam sebanyak 64,66% saham BREN. Dirinya juga memiliki sebanyak 130,88 juta saham BREN secara lansung. Adapun Prajogo bertindak sebagai pengendali BRPT dengan kepemilikan 71,35% saham.
Kejatuhan kekayaan Prajogo juga datang dari pelemahan dalam saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebanyak 19,96% menjadi Rp 11.325. Penurunan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar saham emiten batu bara ini hangus mencapai Rp 31 triliun menjadi Rp 127 triliun.
Baca Juga
Parah! IHSG Anjlok lebih dari 2% Terseret Kehancuran Saham Emiten Prajogo
Kejatuhan selanjutnya datang dari saham PT Petrosea Tbk (PTRO) setelah harganya terjeremban sebanyak 3% menjadi Rp 2.950. Penurunan ini memicu kapitalisasi pasar saham ini melorot Rp 9,07 triliun menjadi Rp 29,75 triliun.
Penurunan lainnya disumbangkan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) setelah sahamnya anjlok 14% menjadi Rp 6.850. Penurunan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar saham ini menguap Rp 108 triliun menjadi Rp 579,62 triliun dan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) terkoreksi sebanyak 7% menjadi Rp 840 hingga membuat kapitalisasi pasarnya hangus Rp 6 triliun menjadi Rp 79,21 triliun.
Grafik 5 Saham Emiten Prajogo

