Parah! IHSG Anjlok lebih dari 2% Terseret Kejatuhan Dalam Saham Emiten Prajogo
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/2/2025), dibuka terjerembab sebanyak 116,9 poin (1,70%) menjadi 6.758. Bahkan, penurunan indeks pada menit kelima telah tersungkur 180 poin. Kejatuhan dipicu atas kegagalan kembali saham-saham emiten Prajogo Pangestu masuk indeks MSCI.
Koreksi saham juga dipicu kejatuhan saham sektor energi mencpai 3,80% dan infrastruktur 1,76%. Penurunan diperberat pelemahan saham sektor property dan sektor consumer primer. Sebaliknya kenikan melanda saham sektor teknologi, kesehatan, dan transportasi.
Meski indeks anjlok, saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) kembali melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 25% menjadi Rp 1.425. Kenaikan juga melanda saham PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) sebanyak 20,34% menjadi Rp 710 dan PT Tira Austenite Tbk (TIRA) naik sebanyak 14,60% menjadi Rp 785.
Baca Juga
Begini Prospek dan Target Terbaru Harga Saham Kalbe Farma (KLBF)
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam melanda PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) hingga auto reject bawah (ARB). PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).
IHSG kemarin ditutup tersungkur sebanyak 148,69 poin (2,12%) menjadi 6.875. Bahkan, intraday jelang penutupan sempat terjerembab lebih dari 190 poin ke level 6.830. Pemodal asing buang (net sell) saham jumbo mencapai Rp 2,33 triliun.
Net sell terbanyak melanda saham PT Bank MandiriT bk (BMRI) mencapai Rp 1,42 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 488,15 miliar, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 106,25 miliar.
Koreksi indeks kemarin akibat kejatuah hampir seluruh saham emiten top 10 market cap BEI, khususnya saham bank KBLI IV yang tersungkur dipimpin saham BMRI dengan koreksi sebanyak 7,69% menjadi Rp 5.100, sehingga penurunan saham ini telah mencapai 18,13% dari Rp 6.025 menjadi Rp 5.100 dalam lima hari transaksi ini.
Baca Juga
BEI Unsuspend Saham MLPT dan SMDM, Sebaliknya Saham Ini Terkena Suspend
Secara sektor, penurunan parah dicatatkan saham sektor material dasar 2,43%, sektor industry 2,14%, sektor keuangan 2,24%, sektor transportasi 1,99%, sektor property 1,89%, sektor infrastruktur 1,29%, dan sektor energi 1,26%. Satu-satunya sektor saham naik adalah kesehatan mencapai 1,13%.
Meski IHSG anjlok, empat saham bukukan penguatan hingga auto reject atas (ARA) saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) naik 33,80% menjadi Rp 95, PT Steady Safe Tbk (SAFE) naik 24,50% menjadi Rp 376, PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) menguat 24,60% menjadi Rp 466, dan PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) naik 24,47% menjadi Rp 590. Meski tak ARA, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) melesat 21,02% menjadi Rp 5.700.

