Market Cap Barito Renewables (BREN) Hangus Rp 528 Triliun Dua Hari, Kekayaan Prajogo Pangestu Tinggal Segini
JAKARTA, investortrust.id – Kapitalisasi pasar (market cap) PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) anjlok hingga berada di bawah Rp 1.000 triliun. Bahkan, berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), kapitalisasi pasar BREN menguap Rp 528 triliun
Kapitalisasi pasar BREN turun dari posisi Rp 1.474 triliun pada penutupan perdagangan saham Kamis (18/9/2024) saat itu harganya Rp 11.025 menjadi Rp 946 triliun pada penutupan perdagangan saham di BEI hari ini. Penurunan tersebut menjadikan posisi BREN sebagai emiten dengan market cap terbesar pertama tergusur menjadi ke peringkat dua.
Baca Juga
Penurunan drastis market cap tersebut sejalan dengan koreksi saham BREN sebanyak 55,83% dalam dua hari transaksi. Hal ini terjadi setelah saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini anjlok hingga auto reject bawah (ARB) berturut-turut dalam dua hari terakhir. Hari ini, saham BREN ARB senilai Rp 1.750 (19,83%) menjadi Rp 7.075, bahkan sebanyak 374,81 juta saham BREN antre jual dengan harga Rp 7.075 atau setara dengan Rp 2,65 triliun
Koreksi dalam saham emiten terbesar yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini terjadi setelah FTSE Russel mengeluarkan saham BREN dari perhitungan FTSE Global Index-large capital market. Padhal, saham BREN sebelumnya telah ditetapkan sebagai penghuni baru FTSE Global. Berita ini salah satu factor pendongkrak kinerja saham emiten geothermal tersebut dalam beberapa pekan terakhir hingga tembus rekor penutupan harga tertinggi.
Terkait gagalnya saham BREN masuk perhitungan FTSE Global, manajemen BREN dalam pengumuman resminya menyangkal bahwa free float saham rendah. Manajemen mengungkap daftar registrasi pemegang saham BREN, yaitu PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebanyak 64,66%, Green Era Energy Pte Ltd sebanyak 23,60%, Jupiter Tiger Holdings sebanyak 3,94%, dan Prime Hill Funds mencapai 3,76%. Dengan demikian empat pihak tersebut hanya menguasai 95,97% saham BREN dan sisanya dimiliki Masyarakat.
Prajogo Turun Peringkat
Dipicu atas penurunan dalam saham BREN, Prajogo Pangestu sebagai pengendali akhir terimbas dengan penurunan kekayaan yang sangat drastic dalam dua hari terakhir. Berdasarkan data, kekayaan Prajogo anjlok dari level US$ 81 miliar menjadi hanya US$ 55,1 miliar dalam dua hari terakhir.
Baca Juga
Mengenaskan! Nilai Pasar Saham Lima Emiten Prajogo Pangestu Hangus Rp 413 Triliun dalam Sehari
Berdasarkan data Forbes real time hingga sore ini, Prajogo kembali tercatat sebagai pengusaha dengan penurunan nilai kekayaan terbesar di dunia hari ini dengan penurunan mencapai US$ 7,5 miliar. Hal ini menjadikan nilai kekayaan pengusaha kelahiran Pontianak ini menjadi US$ 55,1 miliar.
Data tersebut juga menyebutkan posisi Prajogo Pangestu tergusur menjadi orang terkaya peringkat 26 di dunia hari ini, dibandingkan pada Kamis masih menempat posisi 22 dengan nilai kekayaan lebih dari US$ 81 miliar. Faktor utama penurunan nilai kekayaan tersebut akibat anjloknya harga saham BREN.
Baca Juga
Prajogo Pangestu tetap tak bisa menghindari penurunan nilai kekayaan, meskipun saham emiten lainnya yang dikuasainya mencatatkan rebound tinggi hari ini. Seperti, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 8,39% menjadi Rp 8.725, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menguat 6,21% menjadi Rp 7.700, PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 6,87% menjadi Rp 12.450, dan PT Barito Pacific TbK (BRPT) naik tipis 0,94% menjadi Rp 1.075.
Berdasarkan data Prajogo Pangestu bertindak sebagai pengendali saham grup Barito. Dirinya tercatat memegang 71,1% saham BRPT. Prajogo melalui BRPT menggenggam 69,64% saham BREN, BRPT menguasai 30,06% saham TPIA, Prajogo juga tercatat sebagai pemegang langsung 84,9% saham CUAN dan Prajogo melalui CUAN mengendalikan 41,51% saham PTRO.
Grafik Saham BREN

