Mengenaskan! Nilai Pasar Saham Lima Emiten Prajogo Pangestu Hangus Rp 413 Triliun dalam Sehari
JAKARTA, investortrust.id – Grup Barito kehilangan kapitalisasi pasar (market cap) senilai Rp 413 miliar dalam sehari atau pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (20/9/2024). Menguapnya ratusan triliun Rupiah kapitalisasi pasar tersebut dipicu gagalnya saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) masuk perhitungan FTSE Global Index-larger market cap.
Sedangkan Prajogo Pangestu sebagai pengendali utama grup Barito mencatatkan penurunan harga kekayaan luar biasa sepanjang hari ini mencapai US$ 11,7 miliar atau setara dengan Rp 175,5 triliun. Prajogo tercatat sebagai manusia dengan penurunan harta terbesar di dunia sepanjang hari ini.
Baca Juga
Kena ‘Prank’ FTSE Global, Kekayaan Prajogo Pangestu Menguap Rp 163,5 Triliun Hanya Hitungan Detik
Awal mula kejatuhan saham emiten grup Bario terjadi setelah FTSE Global secara resmi mengumumkan, Kamis (19/9/2024), bahwa saham Barito Renewables (BREN) bakal dikeluarkan dari perhitungan FTSE Global Equity Series - Large Cap. Hal ini akibat free float saham BREN yang kecil atau tidak sesuai dengan ketentuan FTSE. Saat ini, sebanyak 97% saham BREN disebut dikuasai empat pihak yang teraffiliasi dengan Prajogo. Saham BREN akan resmi dikeluarkan mulai 25 September 2024.
Hal ini memicu saham BREN terjun bebas hingga auto reject bawah (ARB) Rp 2.200 (19,95%) menjadi Rp 8.825 pada penutupan perdagangan saham di BEI, hari ini. Berita negatif tersebut juga merembet kepada empat saham emiten lainnya yang dikuasai Prajogo Pangestu. Di antaranya, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) anjlok sebanyak 10,56% menjadi Rp 8.050, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) terjungkal 10,88% menjadi Rp 1.065.
Saham emiten Prajogo lainnya PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) anjlok lebih dalam mencapai 18,08% menjadi Rp 7.250 dan saham PT Petrosea Tbk (PTRO) terkoreksi sebanyak 10,38% menjadi Rp 11.650.
Market Cap Terjungkal
Kejatuhan lima saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu tersebut membuat peringkat seluruh emiten ini turun dari kategori kapitalisasi pasar di BEI hari ini. Di antaranya, BREN turun dari posisinya sebagai emiten dengan market cap pertama terbesar di BEI menjadi posisi kedua setelah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Baca Juga
Begitu juga dengan TPIA turun dua peringkat dari posisi emiten dengan market cap nomor tiga kemarin menjadi nomor lima. TPIA disalip PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) posisi tiga dan PT Amman Minerals Internasional Tbk (AMMN) posisi ke empat.
Penurunan peringkat juga dicatatkan saham BRPT disalip PT United Tractors Tbk (UNTR). Penurunan peringkat terbesar dicatatkan saham CUAN hingga disalip lima emiten sekaligus hari ini. PTRO juga mengali nasib mengenaskan serupa disalip sejumlah emiten hari ini.
Grafik Saham Emiten Prajogo dalam 5 Hari

