Saham BREN, CUAN, dan PTRO Babak Belur Usai Gagal Masuk MSCI Indeks
JAKARTA, investortrust.id –Saham emiten Prajogo Pangestu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dipastikan kembagi gagal masuk MSCI Indonesia Investable Market Index bulan depan. Hal ini sesuai dengan pengumuman MSCI baru-baru ini.
Selain BREN, MSCI tidak akan memasukkan saham emiten Prajogo lainnya PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) mulai Maret 2025. Tidak dimasukkannya tiga saham tersebut didasarkan analisis dan masukan. MSCI akan meninjuai kembali kelayakan saham-saham tersebut pada tinjauan indeks masa mendatang.
Baca Juga
Saham Barito Renewables (BREN) kembali ke Atas Rp 10.000, Kekayaan Prajogo Pangestu Jadi Segini
Keputusan MSCI tersebut memicu kejatuhan dalam saham-saham emiten Prajogo Pangestu pada pagi hari ini. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dibuka auto reject bawah (ARB) sebanyak 19,94% menjadi Rp 7.025 dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebanyak 19,96% menjadi Rp 11.325.
Penurunan dahsyat juga melanda saham PT Petrosea Tbk (PTRO) sebanyak 17% menjadi Rp 3.170, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melemah 10,19% menjadi Rp 7.275 dan PT barito Pacific Tbk (BRPT) anjlok 6,59% menjadi Rp 845. Saham yang dikaitkan dengan Prajogo, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) juta terlempar sebanyak 12% menjadi Rp 7.800.
Baca Juga
Ekspansi Pelayaran, Anak Usaha Chandra Asri (TPIA) Beli 4 Kapal
Kegagalan saham BREN masuk indeks MSCI bukan baru kali ini. Pada Juni 2024, saham BREN gagal masuk FTSE Global Equity Index akibat saham BREN masuk dalam papan pemantauan khusus (PPK) Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA). Kegagalan tersebut membuat saham ini sempat anjlok hingga ARB berhari-hari.
Pada Maret 2024, saham BREN semapt masuk dalam daftar penghuni FTSE Global Index-large capital market. Namun secara mendadak saham BREN dikeluarkan lagi dari daftar tersebut akibat free float saham rendah.

