Reksa Dana Pasar Uang Catat Return Positif Mingguan, Kinerja Jenis Lainnya Melorot
JAKARTA, investortrust.id – Reksa dana berbasis pasar uang masih mampu mencatatkan kinerja positif mingguan di tengah tren penurunan indeks acuan pekan lalu, periode 30 September-4 Oktober 2024.
Berdasarkan data Infovesta yang dilansir Senin, (7/10/2024), jenis reksa dana pasar uang mencatatkan positive return sebesar 0,09%.
Sementara reksa dana lainnya mencatatkan koreksi return yaitu, reksa dana saham minus 2,14%, reksa dana campuran 1,02%, dan reksa dana pendapatan tetap 0,36%.
Baca Juga
Panin AM Bidik AUM Rp 17 Triliun, Bakal Rilis Reksa Dana Terproteksi Baru
Sebagai catatan, pada pekan lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 2,61% ke level 7.496,09, sementara Infovesta Government Bond Index terpantau stagnan dan Infovesta Corporate Bond Index menguat tipis sebesar 0,11%.
Tim Infovesta menyampaikan, koreksi dari kinerja reksa dana dalam sepekan terakhir disebabkan oleh beberapa sentimen dalam negeri, seperti PMI Manufaktur Indonesia yang naik ke level 49,2 poin, di mana menandai penurunan aktivitas pabrik selama tiga bulan berturut-turut.
Selain itu, rilis inflasi Indonesia periode September juga mencatatkan deflasi 5 bulan berturut-turut.
Dari sentimen luar negeri, PMI Manufaktur China naik menjadi 49,8 poin, melampaui perkiraan pasar sebesar 49,5 poin. Sedangkan dari AS, PMI Manufaktur masih berada di level 47,2 poin.
Baca Juga
Lebih lanjut, salah satu jenis reksa dana berbasis syariah yang menguat di tengah tren pelemahan ini adalah reksa dana syariah pasar uang. Indeks Infovesta Sharia Money Market Fund tercatat menguat 0,07%.
Sementara reksa dana syariah jenis lainnya yaitu saham, pendapatan tetap dan campuran tercatat menurun masing-masing sebesar 1,82%, 0,33% dan 0,13%.
Untuk pekan ini Infovesta merekomendasikan investor dapat melakukan aksi buy pada saham big-cap dengan valuasi undervalued.
Sedangkan pada obligasi, saat ini masih menjadi waktu yang tepat untuk mengoleksi SUN khususnya seri-seri yang baru diterbitkan pemerintah. “Investor dapat mengurangi porsi tenor jangka pendek dan menambah porsi tenor menengah hingga panjang,” terang Tim Infovesta.

