Suku Bunga Turun, 4 Jenis Reksa Dana Ini Catat Kenaikan Return Mingguan
JAKARTA, investortrust.id – Kinerja 4 jenis reksa dana tercatat mengalami penguatan sepanjang pekan lalu, periode 16 September – 20 September 2024.
Berdasarkan data Indeks Reksa Dana yang dilansir Infovesta, Senin (23/9/2024), penguatan kinerja tertinggi tampak pada reksa dana saham sebesar 0,84%, disusul reksa dana campuran sebesar 0,80%. Sementara return reksa dana pendapatan tetap menguat 0,69% serta reksa dana pasar uang naik sebesar 0,11%.
Tim Infovesta menyampaikan, kenaikan kinerja 4 jenis reksa dana tersebut didorong oleh sentimen positif skala domestik maupun global.
Dari domestik, pasar merespons positif keputusan BI yang diluar dugaan menurunkan BI Rate 25bps. Sementara dari skala global, pelaku pasar mencermati keputusan bank sentral Cina, PboC yang mempertahankan suku bunga acuannya, untuk tenor 1 tahun di level 3,35% dan untuk tenor 5 tahun di level 3,85%.
Baca Juga
Sedangkan dari Amerika Serikat, penjualan eceran AS naik tipis menjadi 0,1% secara bulanan (MoM) melampaui ekspektasi pasar sebesar -0,2% MoM. ‘’Kemudian, The Fed memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 50bps menjadi 5%,’’ ulas Tim Infovesta dikutip, Senin (23/9/2024).
Penguatan Infovesta Equity Fund Index tampaknya berbanding terbalik dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru melorot sebesar 0,88% sepekan lalu, sementara indeks acuan Infovesta Government Bond Index positif 0,56%, serta Infovesta Corporate Bond Index naik tipis sebesar 0,07%.
Berbeda dengan kinerja reksa dana saham konvensional, Infovesta mencatat penurunan pada return reksa dana saham syariah sebesar 0,17%. Namun 3 jenis reksa dana lainnya, yaitu reksa dana campuran syariah tercatat menguat 0,55%.
Kemudian reksa dana pendapatan tetap syariah menguat 0,55% serta pasar uang syariah naik 0,12% selama sepekan lalu.
Baca Juga
Jumlah Investor Tembus 12,88 Juta, Industri Reksa Dana dalam Tren Positif
Mencermati perkembangan tadi, Infovesta merekomendasikan pelaku pasar untuk buy di pasar saham. Terutama pada pada saham big-cap dengan valuasi undervalued.
Sedangkan pada obligasi, saat ini masih menjadi waktu yang tepat untuk mengkoleksi SUN khususnya seri-seri yang baru diterbitkan pemerintah. Investor dapat mengurangi porsi tenor jangka pendek dan menambah porsi tenor menengah hingga panjang.

