Dana Kelolaan Reksa Dana mulai Bangkit, Begini Prospek dan Jenis Reksa Dana yang Moncer hingga Akhir 2024
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai Asset Under Management (AUM) reksa dana sebesar Rp 502 triliun per akhir Agustus 2024. Angka tersebut setara dengan 59% terhadap total dana kelolaan manajer investasi sebesar Rp 841,37 triliun.
Angka dana kelolaan investasi tersebut menunjukkan kenaikan sebanyak 1,34% mtd atau 2,02% ytd. Sedangkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp498,40 triliun atau naik 1,38$ mtd (ytd: turun 0,6%).
Senior Vice President yang juga merupakan Head Retail Marketing dan Product Development Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi Riawan mengatakan bahwa peningkatan dana kelolaan tersebut sejalan dengan prospek reksa dana di Indonesia hingga akhir tahun 2024 masih menjanjikan.
Baca Juga
Top 5 Reksa Dana ‘Cuan’ Tertinggi Mtd September, Ada yang Returnnya Menjulang 14,01%
Hal ini didorong sejumlah factor, seperti kondisi ekonomi yang stabil. Menurut dia, dengan kondisi ekonomi yang lebih stabil dan kebijakan penurunan suku bunga yang berkelanjutan, industri reksa dana diharapkan bertumbuh sekitar 5% tahun 2024.
Di samping itu, potensi pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia dinilai dapat menjadi sinyal positif dalam meningkatkan daya tarik reksa dana, terutama reksa dana pendapatan tetap. Reza bilang, hal ini mamicu imbal hasil dari reksa dana pendapatan tetap lebih kompetitif, dibandingkan dengan deposito.
Peningkatan dana kelolaan reksa dana juga didukung iklim politik yang kondusif di Indonesia. Hal ini diproyeksi dapat memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan, termasuk reksa dana.
Baca Juga
Jumlah Investor Tembus 12,88 Juta, Industri Reksa Dana dalam Tren Positif
Oleh sebab itu, Reza mencermati, sejumlah reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, reksa dana pasar uang, hingga reksa dana syariah, yang bisa dilirik pada semester II tahun ini.
Reksa Dana Saham
Dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang positif dan stabilitas politik, reksa dana saham dinilai dapat memberikan imbal hasil yang menarik. Jenis ini cocok untuk investor dengan profil risiko tinggi yang mencari pertumbuhan jangka panjang.
Reksa Dana Pendapatan Tetap
Potensi penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia dapat membuat reksa dana pendapatan tetap lebih menarik. Jenis ini cocok untuk investor yang mencari imbal hasil stabil dengan risiko yang lebih rendah dibandingkan saham.
Reksa Dana Campuran
Bagi investor yang mencari diversifikasi, reksa dana campuran menawarkan kombinasi investasi dalam saham, obligasi, dan pasar uang. Jenis ini dinilai dapat memberikan keseimbangan antara risiko dan imbal hasil.
Reksa Dana Pasar Uang
Untuk investor yang mencari likuiditas tinggi dan risiko rendah, reksa dana pasar uang adalah pilihan yang baik. Jenis ini cocok untuk investasi jangka pendek.
Reksa Dana Syariah
Dengan meningkatnya minat pada investasi berbasis syariah, reksa dana syariah dapat menjadi pilihan menarik bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai prinsip-prinsip syariah.
“Sejauh ini, pada Henan Asset reksadana yang mencatatkan performance tertinggi masih dipegang oleh Reksadana Saham. Dimana produk HPAM Ekuitas Syariah Berkah mencatatkan YTD 30.27% per bulan Agustus 2024,” ujar Reza baru-baru ini.

