Dua Jenis Reksa Dana Ini Bisa Dipilih saat Suku Bunga Turun
JAKARTA, investortrust.id - Kinerja reksa dana dinilai berada dalam tren positif, seiring penurunan suku bunga acuan dan pertumbuhan pasar saham.
Senior Vice President sekaligus Head Retail Marketing dan Product Development dari Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi Riawan mengatakan, diantara berbagai jenis produk, reksa dana berbasis surat utang seperti obligasi pemerintah semakin diminati oleh investor saat ini.
Selain karena tren penurunan suku bunga, reksa dana berbasis obligasi cenderung lebih stabil dan aman di tengah ketidak pastian ekonomi global.
“Penurunan suku bunga global dan prospek pemangkasan suku bunga oleh bank sentral juga mendorong minat terhadap reksa dana berbasis surat utang,” ujar Reza saat dihubungi investortrust.id, baru-baru ini.
Baca Juga
Tawarkan Return Tinggi, Reksa Dana dan Trading Kripto Diminati Kalangan Muda
Meski begitu, saat ini reksa dana saham juga mulai diminati kembali, seiring tumbuhnya kinerja pasar saham, di mana secara year to date, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 6,53%.
Bahkan kata Reza, untuk jangka panjang, sejumlah reksa dana saham justru mencatatkan kinerja yang baik. Dia contohkan Henan Asset yang berhasil mencatatkan pertumbuhan nilai sebesar 200,6% 15 tahun terakhir.
“Namun, memang benar bahwa reksa dana saham cenderung lebih volatil dan berisiko dibandingkan dengan reksa dana berbasis surat utang,” terangnya.
Baca Juga
Sebagai catatan, hingga bulan Agustus 2024, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatatkan dana kelolaan manajer investasi sebesar Rp 810,59 triliun. Angka ini naik secara bulanan (mom) sebanyak 0,79% dibandingkan bulan Juli 2024 yang mana mencatatkan AUM sebesar Rp 804,24 triliun. Dana kelolaan tersebut terdiri dari produk reksa dana dan kontrak pengelolaan dana atau KPD.
Di samping itu, KSEI juga membukukan pertumbuhan jumlah investor reksa dana sebesar 12,88 juta per 31 Agustus 2024, meningkat 12,82% dibanding posisi akhir tahun 2023 yang tercatat sebanyak 11,41 juta.

