Rupiah Tersungkur di Tengah Rapat Dewan Gubernur BI yang Dimulai Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah dibuka melemah atau tersungkur terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa (18/2/2025) di tengah Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dimulai hari ini. Yahoo Finance merilis, mata uang rupiah bergerak melemah 53 poin (0,33%) ke level Rp16.262 per dolar AS.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengungkapkan, penguatan dolar AS hari ini dipicu faktor ekternal, yakni Deputi Gubernur Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller mendukung penundaan pemotongan suku bunga. Hal itu merujuk data ekonomi terkini.
Baca Juga
Rupiah Ditutup Menguat usai Neraca Perdagangan Indonesia Surplus
"Investor juga menunggu laporan PMI (purchasing manajer index/PMI) manufaktur dan jasa AS Februari minggu ini sebagai petunjuk keadaan ekonomi," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (18/2/2025).
Sementara indeks dolar tetap di bawah 107, level terendah dalam lebih 2 bulan, karena lemahnya data ekonomi AS yang meningkatkan ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut.
Pada Jumat minggu lalu, data menunjukkan penjualan ritel AS turun 0,9% pada 25 Januari, lebih buruk dari penurunan 0,1% yang diantisipasi, dengan belanja konsumen dipengaruhi cuaca buruk dan kebakaran hutan di California. "Sementara consumen price index (CPI) dan producer price index (PPI) berada di atas perkiraan, komponen PPI yang masuk ke pengukur inflasi pilihan Fed, indeks PCE (producer consumen expenditure), menunjukkan tanda-tanda mereda," ujarnya.
Baca Juga
Dolar juga melemah karena Presiden AS Donald Trump menunda penerapan tarif timbal balik, meredakan beberapa ketegangan perdagangan. Selain itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa pemerintahan Trump memperluas fokus di luar tarif dan hambatan non-tarif. Pihaknya saat ini memeriksa manipulasi mata uang sebagai bagian strategi perdagangannya yang lebih luas.
Sementara dari sentimen domestik, RDG Bank Indonesia (BI) periode 18-19 Februari 2025 akan dimulai pada hari ini.
Diketahui RDG BI periode 14-15 Januari 2025 lalu memutuskan memangkas suku bunga acuan atau BI rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Selain memangkas BI rate di level 5,75%, RDG BI menurunkan suku bunga deposit facility 25 bps ke level 5% dan suku bunga lending facility 25 bps menjadi 6,75%.

