Iran Buka Selat Hormuz untuk Kapal dari Negara Sahabat, 5 Negara Ini Beberapa di Antaranya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Iran mulai melonggarkan pergerakan sejumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz. Lima negara yang masuk dalam kategori “negara-negara sahabat” diizinkan melintasi Selat Hormuz.
Kabar tersebut dibagikan Konsulat Jenderal Iran di Mumbai, India melalui akun X mereka. Konsulat Jenderal Iran membagikan pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengenai sejumlah negara yang diizinkan melintasi Selat Hormuz.
“Kami telah mengizinkan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz bagi negara-negara sahabat, termasuk China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan,” bunyi cuitan tersebut, dikutip Kamis (26/3/2026).
Baca Juga
Memanas, Ancaman Trump Terhadap Iran Soal Selat Hormuz Picu Harga Kripto Berguguran
Al Jazeera melaporkan, Araghchi menyebut Selat Hormuz hanya tertutup bagi negara-negara yang dianggap sebagai musuh Iran.
“Tidak ada alasan untuk mengizinkan kapal-kapal musuh kami dan sekutu mereka lewat. Angkatan bersenjata Teheran telah memberikan jalur aman bagi kapal-kapal dari negara-negara sahabat,” kata Araghchi.
Dilaporkan Times of India, pernyataan Araghchi tersebut disampaikan setelah Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres meminta agar Selat Hormuz tetap dibuka. Pesan yang disampaikan melalui X resmi Guterres tersebut menyebut agar pembukaan Selat Hormuz dilakukan untuk menghindari dampak berkepanjangan bagi warga sipil.
“Penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan menghambat pergerakan minyak, gas, dan pupuk pada momen penting musim tanam global. Di seluruh kawasan dan sekitarnya, warga sipil mengalami dampak serius dan hidup dalam ketidakamanan yang mendalam,” kata Guterres.
Baca Juga
Sekutu AS Enggan Kawal Tanker di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Tembus US$ 103
Guterres menambahkan bahwa PBB sedang bekerja untuk meminimalkan konsekuensi perang. “Dan cara terbaik untuk meminimalkan konsekuensi tersebut sudah jelas: segera akhiri perang,” kata dia.
Bos PBB tersebut mendesak Amerika Serikat–Israel dan Iran untuk menghentikan eskalasi militer yang sedang berlangsung.
“Pesan saya kepada AS dan Israel adalah bahwa sudah saatnya mengakhiri perang, ketika penderitaan manusia semakin dalam, korban sipil terus bertambah, dan dampak ekonomi global semakin menghancurkan. Pesan saya kepada Iran adalah untuk berhenti menyerang negara tetangga yang bukan pihak dalam konflik,” ujar dia.

