Sekutu AS Enggan Kawal Tanker di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Tembus US$ 103
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Harga minyak terus naik. Pasar ragu Presiden Donald Trump akan membentuk koalisi untuk mengawal tanker melalui Selat Hormuz.
Harga minyak mentah Brent, sebagai acuan internasional, melonjak 3,2% atau $3,21 dan ditutup pada $103,42 per barel. Harga minyak AS West Texas Intermediate (WTI) naik 2,9% atau $2,71 menjadi $96,21 per barel.
Baca Juga
Harga Minyak Melonjak 40% Sejak AS-Israel Serang Iran, WTI dan Brent Bercokol di Atas US$ 100
Trump menyatakan dalam unggahan di media sosial bahwa sekutu NATO tidak ingin berpartisipasi dalam perang AS melawan Iran. Presiden menyebut AS tidak membutuhkan bantuan sekutunya.
AS telah mendesak sekutu untuk mengirimkan kekuatan militer guna melindungi lalu lintas tanker melalui selat tersebut. Pergerakan kapal melalui jalur pelayaran vital ini anjlok setelah serangan Iran, memicu salah satu gangguan terbesar terhadap pasokan minyak global dalam sejarah.
“Skala gangguan pasokan minyak yang sangat besar membuat pasar kesulitan menemukan solusi yang memadai. Meski pemerintah AS menggaungkan gagasan jaminan asuransi dan pengawalan angkatan laut, keduanya belum terwujud,” beber Warren Patterson, kepala strategi komoditas di ING, dikutip dari CNBC, Rabu (18/3/2026).
Ia menambahkan bahwa pengawalan kapal komersial melalui Selat Hormuz akan membuat kapal angkatan laut rentan terhadap serangan, sehingga AS kemungkinan akan menunda langkah tersebut hingga merasa kemampuan Iran untuk melancarkan serangan telah melemah.
Baca Juga
Harga Minyak Kembali Naik, Trump Kritik Sekutu yang Enggan Ikut Misi Pengamanan Selat Hormuz
Terletak di antara Oman dan Iran, selat ini berfungsi sebagai arteri vital bagi perdagangan minyak global. Sekitar 13 juta barel per hari melewati jalur ini pada 2025, atau sekitar 31% dari seluruh aliran minyak mentah laut dunia, menurut perusahaan konsultan energi Kpler.

