Emas Tembus Rekor Baru di Atas $3.700, Sentimen Fed Jadi Pemicu Utama
Poin Penting
- Emas menembus rekor baru di atas $3.700 per ons, naik 41% sepanjang tahun.
- Pasar perkirakan pemangkasan suku bunga 25 bps, dengan peluang kecil 50 bps.
- Permintaan safe haven meningkat akibat ketidakpastian global dan risiko geopolitik.
- Dolar melemah, memperkuat daya tarik emas sebagai lindung nilai.
NEW YORK, investortrust.id – Harga emas kembali mencetak rekor setelah menembus level $3.700 per ons untuk pertama kalinya pada Selasa (16/9/2025). Reli ini didorong ekspektasi kuat pasar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga dalam pertemuan dua hari yang berakhir Rabu.
Baca Juga
Sinyal Pemangkasan Bunga Fed Dorong Emas Sentuh Level Tertinggi Sepanjang Masa
Emas spot sempat mencapai $3.702,95 sebelum terkoreksi tipis ke $3.690,59 per ons pada pukul 14:49 GMT. Kontrak berjangka emas Desember naik 0,2% ke $3.727,50. Analis menyebut kombinasi permintaan aset aman, pelemahan dolar, serta pembelian bank sentral menjadi motor reli yang sudah mengangkat harga emas 41% sepanjang tahun berjalan.
“Reli emas saat ini sebagian besar ditopang antisipasi pemangkasan agresif suku bunga The Fed,” ujar Zain Vawda, analis OANDA, seperti dikutip Reuters.
Para trader memperkirakan hampir pasti akan ada pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada akhir pertemuan dua hari 17 September, dengan kemungkinan kecil pemangkasan 50 basis poin, menurut CME FedWatch.
Presiden AS Donald Trump dalam unggahan media sosial Senin menyerukan agar Ketua Fed Powell melakukan pemangkasan yang “lebih besar”.
Baca Juga
Powell Indikasikan Kemungkinan Pemangkasan Suku Bunga, tapi Tetap ‘Hati-hati’
Emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil biasanya berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.
Indeks dolar turun ke level terendah lebih dari dua bulan terhadap mata uang rival. Dolar yang lebih lemah membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
“Emas melonjak tajam akibat dolar yang jauh lebih lemah, berada di level terendah sejak Juli.
Namun, kewaspadaan bisa muncul menjelang keputusan penting The Fed besok, sehingga aksi ambil untung tidak mengejutkan.” urai Tai Wong, trader logam independen.
Emas batangan, yang terkenal sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian, telah naik sekitar 41% sejak awal tahun. Logam ini menembus $3.600 per ons pada 8 September.
Analis mengatakan reli ini didorong oleh kombinasi kuat antara pembelian berkelanjutan bank sentral, arus masuk aset aman yang intensif, serta pergeseran global menjauhi dolar AS yang juga menghadapi pelemahan terus-menerus.
Emas spot melonjak 27% sepanjang 2024 dan menembus $3.000 untuk pertama kalinya pada Maret, saat ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan Trump mendorong investor beralih ke aset aman ini.
Hara perak spot turun 0,2% menjadi $42,64 per ons, setelah sempat mencapai level tertinggi sejak September 2011 di awal sesi.
Platinum turun 0,5% menjadi $1.394,00 dan paladium melemah 0,5% menjadi $1.178,14.

