ESTI, ZATA, dan BELL Naik Melesat di Atas 34%, Sentimen Ini Jadi Pemicu
JAKARTA, investortrust.id – Sederet saham emiten tekstil mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Senin (19/1/2026), dipicu sentimen rencana pemerintah membentuk badan usaha milik negara (BUMN) di industri tekstil.
Data perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan saham PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) melesat 34,74%, diikuti PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) yang naik 34,57%, serta PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) menguat 34,55%.
Kenaikan tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengenai rencana pemerintah mengalokasikan dana US$6 miliar atau sekitar Rp 101 triliun melalui Badan Pengelola Investasi Danantara untuk mendorong industri tekstil nasional.
Baca Juga
Asosiasi Usulkan Pembentukan Industrial TPT Fund Dibanding Bentuk BUMN Tekstil
Sementara itu, Investment Specialist PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim menilai prospek sektor tekstil pasca rencana suntikan modal tersebut perlu dicermati lebih mendalam.
“Kita perlu melihat lagi mengenai prospek sektor tekstil, ketika ada dalam kondisi industri pasca suntikan modal tersebut,” ujarnya kepada investortrust.id, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan secara karakter bisnis, industri tekstil termasuk sektor padat modal dan padat karya, sehingga tingkat return on investment (ROI) yang dihasilkan relatif rendah. Karena itu, suntikan modal dinilai tidak serta-merta menjadi game changer di tengah kompetisi dengan tekstil impor asal China.
Baca Juga
BUMN Tekstil Segera Dibentuk, Danantara Siapkan Rp 101 Triliun
Terkait rencana pembentukan BUMN tekstil, Ahmad Faris menilai visi Danantara lebih menitikberatkan pada penciptaan lapangan kerja atau job creation, meski sektor ini memiliki ROI rendah. Jika job creation berjalan optimal, pemulihan ekonomi berpotensi terakselerasi.
Ia juga menekankan pendekatan investasi Danantara bersifat crowded in, yang mengambil sebagian market share tanpa mengganggu pemain swasta mapan. Hal ini diharapkan meningkatkan kepercayaan sektor swasta terhadap prospek industri tekstil ke depan.
“Mengenai pertanyaan apakah kenaikan ini lebih dipicu oleh sentimen rencana pembentukan BUMN, point of view kami bisa iya, bisa tidak. Yang jelas, agar kenaikannya sustain perlu ada penilaian dari sisi kinerja dari perseroan itu sendiri,” jelasnya.
Grafik Saham

