Sentimen Tarif Baru Trump Jadi Pemicu Melemahnya Harga Emas
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas terkoreksi ke level US$ 2.939 per troy ons pada perdagangan pagi ini Senin (24/2/2025), setelah mencatat rekor tertinggi pada sesi sebelumnya. Aksi profit taking oleh investor menjadi pemicu utama pelemahan harga, namun ketidakpastian global, terutama terkait kebijakan proteksionis Presiden AS Donald Trump masih berpotensi membatasi penurunan lebih lanjut.
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) memaparkan, sentimen tarif yang diumumkan Donald Trump pekan lalu terus menjadi perhatian utama pasar.
"Di mana Trump mengisyaratkan bahwa pengenaan tarif baru terhadap kayu dan produk hutan akan segera diumumkan, menambah daftar sebelumnya yang mencakup mobil impor, semikonduktor, dan obat-obatan," tulis riset ICDX yang diterbitkan Senin (24/2/2025).
Langkah ini mengikuti kebijakan tarif tambahan sebesar 10% terhadap barang impor dari Tiongkok serta tarif baja dan aluminium sebesar 25%. Ketegangan perdagangan yang berkepanjangan meningkatkan ekspektasi inflasi, sekaligus menopang permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.
Baca Juga
Harga Emas Antam Naik di Tengah Meningkatnya Ekspektasi Inflasi
Dari sisi kebijakan moneter, risalah pertemuan Federal Reserve (FOMC) bulan Januari yang dirilis pekan lalu menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan semakin waspada terhadap dampak inflasi dari kebijakan tarif Trump.
"Sikap ini memperkuat alasan bagi The Fed untuk menahan diri dari pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Pasar kini menantikan rilis data Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang dijadwalkan pada Jumat (28/2) guna memperoleh sinyal lebih lanjut terkait arah kebijakan moneter," ulasnya.
Baca Juga
Harga Emas Antam Turun Tipis di Tengah Ketegangan Perang Dagang
Di sisi geopolitik, pernyataan terbaru Trump menambah ketidakpastian pasar. Setelah sebelumnya meremehkan eskalasi di Ukraina, Trump kini mengakui bahwa Rusia memang telah melakukan invasi dan menyatakan bahwa Kyiv akan segera menandatangani perjanjian mineral dengan AS sebagai bagian dari negosiasi untuk mengakhiri perang.
ICDX memproyeksikan harga emas melemah dengan support terdekat berada di kisaran US$ 2.921 - US$ 2.912. Jika tekanan jual meningkat, support berikutnya berada di level US$ 2.893. Sementara itu, resistance terdekat berada di area US$ 2.940 - US$ 2.950, dengan resistance lebih tinggi di US$ 2.969.

