Saham Merdeka Gold (EMAS) Melonjak ke Rekor Baru, Dua Faktor Ini Jadi Pemicu
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatatkan lompatan harga sebesar 5,48% ke level tertinggi baru atau rekor baruRp 7.700. Bahkan, saham emiten tambang emas ini sempat menyentuh level tertinggi intraday sepanjang masa di Rp 8.000.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/2/2026), EMAS menjadi saham dengan kenaikan harga tertinggi dari sektornya. Kondisi ini berbanding terbalik dengan saham emas lainnya yang justru melemah, seperti ARCI, PSAB, dan BRMS.
Seiring kenaikan tersebut, kapitalisasi pasar (market cap) EMAS kini mencapai Rp 124,58 triliun. Emiten yang melantai di BEI sejak 23 September 2025 ini telah mencatatkan lonjakan harga sekitar 167% dari Rp 2.880 menjadi Rp 7.700.
Baca Juga
Merdeka Gold (EMAS) Tuntaskan First Gold Pour di Tambang Pani Lebih Cepat, Produksi Resmi Dimulai
Penguatan saham EMAS didorong pengumuman resmi perseroan mengenai first gold pour atau penuangan emas perdana di Tambang Emas Pani, Pohuwato, Gorontalo pada 14 Februari 2026. Realisasi ini tercapai pada pertengahan kuartal I-2026, lebih cepat dari target semula pada akhir kuartal I-2026.
Penuangan emas perdana yang menghasilkan dore bullion menjadi penanda dimulainya produksi emas komersial di Tambang Pani. Doré bullion diperoleh melalui proses pelindian (heap leach) yang dilanjutkan dengan pemulihan emas melalui fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (ADR).
Keberhasilan ini menjadi fase krusial setelah perseroan menuntaskan seluruh tahapan pengembangan sejak mengakuisisi aset tersebut pada 2020.
Sentimen positif lainnya datang dari rencana emiten yang dikendalikan PT Merdeka Gold Copper Tbk (MDKA) ini untuk menggelar dual listing di Bursa Hong Kong seiring momentum reli harga emas global. Langkah ini bertujuan membuka akses modal internasional dan memperluas eksposur investor. Saat ini prosesnya masih dalam tahap penjajakan awal.
Baca Juga
Merdeka Gold (EMAS) Percepat Pengembangan Proyek Emas Pani, Tingkatkan Kapasitas Heap Leach
Sebelumnya, manajemen EMAS menyebutkan perseroan akan mempercepat pengembangan proyek emas Pani dengan menyiapkan peningkatan kapasitas pengolahan heap leach hingga 10 juta ton per tahun setelah 2026, seiring perseroan bersiap memulai produksi emas perdana pada kuartal I-2026.
Peningkatan kapasitas ini menjadi bagian strategi jangka panjang EMAS untuk memaksimalkan nilai proyek melalui percepatan konstruksi, commissioning, dan penguatan fondasi operasional.
Baca Juga
Emas Dunia Menguat, Merdeka Gold (EMAS) Diproyeksi Nikmati Sentimen Positif Berkelanjutan
Dalam keterangan tertulis hingga kuartal IV-2026, EMAS mencatat Tambang Pani akan memulai operasi heap leach dengan kapasitas awal 8 juta ton per tahun (Mtpa), meningkat dari rencana awal 7 juta ton per tahun.
Dari sisi pengembangan fasilitas, perseroan juga melakukan rekonfigurasi dan percepatan pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) guna memulai produksi pada kapasitas 12 Mtpa mulai 2028, dari rencana awal 7,5 Mtpa pada 2029 yang kemudian meningkat bertahap menjadi 12 Mtpa. Pekerjaan tanah (earthworks) untuk fasilitas CIL telah dimulai pada Januari 2026.

