AAUI Buka-bukaan Faktor Pemicu Klaim Asuransi Kredit Naik 35,4% di Semester I 2024
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, asuransi kredit menjadi salah satu lini bisnis yang menorehkan kenaikan klaim terbesar, yaitu 35,4% di semester I 2024. Hal ini disebabkan karena naiknya default claim.
“Dari informasi juga yang kami observasi bahwa pertumbuhan klaim ini juga disebabkan mungkin sekitar 75% itu default claim,” ujar Ketua Umum AAUI Budi Herawan dalam konferensi pers kinerja asuransi umum semester I 2024 yang digelar AAUI, di Jakarta, Senin (30/9/2024).
Menurut Budi, default claim yang dihadapi saat ini sedikit banyak dipengaruhi oleh perilaku masyarakat yang terlilit pinjaman online (pinjol) maupun judi online (judol). Sehingga, ini mempengaruhi pola konsumsi pembayaran terhadap asuransi kredit itu sendiri.
“Jadi adalah akibat dari pinjol dan judol, sehingga berdampak pada asuransi kredit,” katanya.
Baca Juga
AAUI: Dibutuhkan Integration Policy untuk Benahi Persoalan Asuransi Kesehatan
Menurutnya, ini menjadi pekerjaan rumah dari pemerintah yang harus segera terselesaikan. Karena kalau tidak, akan berdampak negatif secara berkepanjangan terhadap ekosistem di industri keungan secara keseluruhan, tak terkecuali asuransi umum.
“Jadi untuk lending dalam arti pemberian kredit, saya pikir, sebetulnya dari pihak perbankan sebetulnya tidak ada persoalan yang signifikan,” ucap Budi.
Baca Juga
AAUI Optimistis Premi Asuransi Umum Tumbuh 15% di Akhir 2024
Sekadar informasi, merujuk data AAUI, klaim dari asuransi kredit meningkat 35,4% dari Rp 6,13 triliun pada semester I 2023 menjadi Rp 8,31 triliun di periode yang sama tahun ini.
Catatan kenaikan klaim ini lebih tinggi ketimbang pertumbuhan premi asuransi kredityang hanya naik 26,0% secara year on year (yoy) menjadi Rp 10,59 triliun.

