Ditopang Lini Bisnis Ini, AAUI Catat Premi Asuransi Umum Tumbuh 5,8% Jadi Rp 58,5 Triliun di Semester I 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, industri asuransi umum menorehkan kinerja positif hingga semester I 2025. Hal ini tercermin perolehan preminya yang mencapai Rp 58,50 triliun atau naik 5,8% dibanding Juni 2024.
Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik dan Riset Trinita Situmeang mengungkapkan, kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan dari sejumlah lini bisnis penyumbang premi terbesar industri, seperti asuransi properti, kredit, dan kesehatan.
“Untuk premi untuk periode Januari-Juni 2025 tumbuh 5,8%. Salah satu lini bisnis yang pertumbuhan preminya besar adalah asuransi kesehatan yang naik 28%,” ujarnya, dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Asuransi Umum Semester I 2025, di Jakarta, Senin (1/9/2025).
Baca Juga
Trinita menjelaskan, lini bisnis asuransi properti menjadi penyumbang terbesar total premi dengan pangsa 30,68%. Hingga semester I 2025, premi yang dicatat sebesar Rp 17,95 triliun, tumbuh 8,1% dibanding periode yang sama 2024 yaitu Rp 16,60 triliun.
Lini usaha terbesar kedua penyumbang premi adalah asuransi kendaraan bermotor, dengan pangsa 16,07%. Dengan nilai premi Rp 9,40 triliun pada semester I 2025 atau menurun 6,2% dari periode yang sama 2024 sebesar Rp 10,02 triliun.
Dua lini usaha penyumbang premi terbesar industri selanjutnya secara berurutan yaitu asuransi kredit dan asuransi kesehatan dengan pangsa masing-masing 14,58% dan 10,40%, dengan pertumbuhan premi masing-masing 5% dan 28,1% menjadi Rp 8,53 triliun dan Rp 6,09 triliun di semester I 2025.
Baca Juga
Ketum AAUI Dorong Industri Asuransi Cari Terobosan di Tengah Ketidakpastian Global
Selain itu, Trinita menjelaskan klaim secara industri naik tipis 1,4% dari Rp 20,88 triliun pada semester I 2024 menjadi Rp 21,17 triliun di periode yang sama tahun ini. “Pertumbuhan klaimnya adalah 1,4%,” katanya.
Lini asuransi kredit, lanjut dia, menorehkan klaim terbesar dengan pangsa 33,04% dari total klaim, dengan nominal Rp 7 triliun pada semester I 2025 atau naik 5,4% dibanding periode yang sama 2024 sebesar Rp 6,64 triliun.
Diikuti klaim dari lini asuransi kesehatan dengan pangsa 18,34%, atau mencapai Rp 3,88 triliun pada semester I 2025, tumbuh 13,9% secara year on year (yoy). Kemudian ada klaim asuransi kendaraan dan properti dengan masing-masing menggenggam pangsa masing-masing 16,77% dan 15,55% dari total klaim asuransi umum di semester I 2025.

