AAUI: Dibutuhkan Integration Policy untuk Benahi Persoalan Asuransi Kesehatan
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Bidang Statistik dan Riset Trinita Situmeang menyatakan, saat ini dibutuhkan kebijakan yang terintegrasi atau integration policy untuk membenahi persoalan di lini asuransi kesehatan.
“Memang dibutuhkan integration policy bagi industri asuransi untuk bisa tetap memasarkan produk ini. Dan konsekuensi dari pemasaran produk ini adalah mendapatkan hasil yang sesuai dengan ekspektasi,” ujarnya, dalam konferensi pers kinerja asuransi umum semester I 2024 yang digelar AAUI, di Jakarta, belum lama ini.
Seperti diketahui, saat ini lini asuransi kesehatan bisa dibilang tengah menghadapi persoalan. Pasalnya, baik asuransi umum maupun jiwa mencatatkan kenaikan klaim yang signifikan dari lini bisnis ini. AAUI mencatat, klaim kesehatan general insurance secara industri naik 11,8% dari Rp 3,05 triliun pada semester I 2023 menjadi Rp 3,41 triliun di periode yang sama tahun ini.
Baca Juga
AAUI Optimistis Premi Asuransi Umum Tumbuh 15% di Akhir 2024
Peningkatan ini, dikatakan Trinita, tercermin dari biaya kesehatan juga meningkat signifikan. Ditambah ada segelintir klaim-klaim yang berpotensi fraud yang harus dibereskan. Oleh karena itu, perlu adanya kolaborasi dengan fasilitas kesehatan untuk bagaimana me-manage klaim-klaim itu terutama yang berkaitan dengan fraud.
“Ini menjadi PR bersama baik perusahaan asuransi umum maupun perusahaan asuransi jiwa. Memang harus ada satu pembenahan atau improvement yang harus dilakukan berkenaan dengan bisnis ini,” katanya.
Baca Juga
Setali tiga uang, Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengungkapkan, saat ini industri asuransi umum bersama asuransi jiwa tengah berkolaborasi untuk menyamakan satu persepsi. Hal ini juga didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Memang POJK tentang asuransi kesehatan akan terbit dalam waktu yang tidak terlalu lama, tapi itu lebih kepada pembenahan ekosistem di kita semuanya. Bagaimana kita melakukan rating dan kerja sama dengan pihak-pihak terkait,” ucapnya, menjawab pertanyaan investortrust.id.

