Perumnas Fokus Kembangkan Hunian TOD, Siapkan Enam Program untuk Dongkrak Target 3 Juta Rumah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Perum Perumnas menempatkan pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) sebagai salah satu fokus utama dalam mendukung penyediaan hunian sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap transportasi publik.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perum Perumnas, Imelda Alini Pohan menyatakan bahwa melalui konsep TOD, masyarakat tidak hanya memperoleh hunian, tetapi juga kemudahan akses menuju transportasi publik, pusat aktivitas ekonomi, serta lingkungan yang lebih terintegrasi.
Menurut dia, pengembangan TOD dilakukan melalui sinergi antara badan usaha milik negara (BUMN). Dalam proyek tersebut, Perumnas bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sebagai pemilik lahan di sekitar stasiun, sementara pembangunan melibatkan BUMN karya.
Imelda turut menekankan, hunian TOD tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke atas, namun juga bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Meskipun huniannya subsidi, para penghuni tetap bisa menikmati kawasan, fasilitas, dan kualitas lingkungan yang baik juga," kata dia dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Baca Juga
Perum Perumnas: Paradoks di Tengah Program Nasional Tiga Juta Rumah
Imelda juga menyampaikan respons pasar terhadap proyek TOD Perumnas cukup positif. Tingkat penjualan pada tiga proyek TOD (Samesta Mahata Tanjung Barat, Margonda Depok, dan Serpong) yang tembus 80%-90% dari total kuota sebanyak 768 unit.
"Ini menunjukkan bahwa masyarakat menerima dengan baik konsep hunian TOD ini, dan ke depannya ini yang menjadi dasar kami untuk membangun TOD-TOD lainnya," ujar dia.
Selain TOD, Perumnas menyiapkan enam program pengembangan perumahan dan kawasan permukiman bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk mendukung target Program 3 Juta Rumah.
Perumnas saat ini memiliki land bank sekitar 2.000 hektare (ha) di seluruh Indonesia dengan potensi pembangunan lebih dari 200.000 unit rumah. Dari total lahan tersebut, sekitar 1.600 ha telah masuk dalam 14 lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN).
Enam program yang disiapkan meliputi pengembangan kawasan perumahan skala besar seluas sekitar 1.600 ha dengan potensi 86.900 unit, pengembangan hunian berbasis TOD seluas 164 ha dengan potensi 27.700 unit, hunian vertikal perkotaan seluas 20 ha dengan potensi 22.600 unit, penataan kawasan kumuh vertikal seluas 37 ha dengan potensi 40.500 unit, pengembangan kawasan perumahan skala kecil seluas 234 ha dengan potensi 10.900 unit, serta penataan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) eksisting seluas 12 ha dengan potensi 16.500 unit.
Baca Juga
Kadin dan Perumnas Sepakati Kerja Sama Strategis Dukung Program Perumahan Nasional
Seiring dengan itu, Imelda menyebutkan, pihaknya juga akan membangun Tower Alonia di kawasan Kemayoran, Jakarta, yang seluruh 600 unitnya diperuntukkan bagi MBR.
"Kami akan membangun Tower Alonia di sebelah Hotel Atlet (Kemayoran), itu akan kami bangun satu tower khusus subsidi. Jadi 600 unit seluruhnya subsidi, insyaallah tahun ini kami akan melakukan groundbreaking," papar dia.
Di sisi lain, Perumnas juga akan melakukan revitalisasi rusunawa yang telah berusia sekitar 45 tahun, di antaranya di Klender, Kebon Kacang, dan Tanah Abang. Menurut Imelda, Perumnas telah bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait rencana revitalisasi tersebut.
"Kami harus men-demolish dan memindahkan warganya, dan mereka dapat gratis, sesuai ukuran semula. Sehingga masyarakat tidak akan tidak memiliki rumah lagi," lugas dia.
Lebih lanjut, Perumnas akan mengembangkan kawasan perumahan skala kecil melalui kerja sama dengan pengembang lokal, termasuk anggota Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) maupun Realestat Indonesia (REI).
Dalam skema tersebut, kata Imelda, Perumnas menyediakan lahan, sedangkan pembangunan dilakukan oleh pengembang. Disebutkan, Perumnas juga menyiapkan enam lokasi quick win pengembangan perumahan dan kawasan permukiman, yakni Kwala Bekala di Sumatra Utara, Jonggol dan Parayasa di Bogor, Alonia di Jakarta Utara, Blok P Pulogebang di Jakarta Timur, serta Klender di Jakarta Timur.
Hingga saat ini, lanjut Imelda, Perumnas telah merealisasikan pembangunan 15.223 unit hunian melalui kerja sama dengan BUMN, swasta, maupun pengembang lokal di sejumlah wilayah Indonesia. Menurut dia, model kolaborasi tersebut mempercepat penyediaan pasokan rumah tanpa mengandalkan penyertaan modal negara (PMN).
"Tahun ini kami sedang melakukan penjajakan dengan 16 proyek kerja sama lagi di berbagai Indonesia dengan developer lokal. Saat ini masih di tahap kajian," kata Imelda.
Portofolio eksisting Perumnas mencakup Kota Mandiri Bekala di Deli Serdang sebanyak 7.114 unit, Parung Panjang di Bogor sebanyak 3.290 unit, Royal Sentraland di Maros sebanyak 2.800 unit, Permata Regency di Banjarmasin sebanyak 1.281 unit, Griya Martubung di Medan sebanyak 284 unit, Tanjung Uban di Bintan sebanyak 251 unit, Slamaran di Pekalongan sebanyak 105 unit, serta Sentraland Driyorejo di Gresik sebanyak 98 unit.
