Bagikan

Dukung Program 3 Juta Rumah, BTN (BBTN) Gandeng KAI Bangun 5.400 Unit Hunian TOD

Poin Penting

BTN dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan membangun lebih dari 5.400 unit hunian berbasis TOD di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya untuk mendukung Program 3 Juta Rumah.
Proyek hunian vertikal terintegrasi transportasi publik ini menyasar masyarakat urban dan MBR, dengan harga mulai Rp 500 jutaan serta fasilitas KPR FLPP bunga tetap 6% hingga tenor 30 tahun.
Kawasan Stasiun Manggarai diproyeksikan menjadi pusat TOD dan CBD baru Jakarta dengan pengembangan hunian, bisnis, komersial, hingga area leisure di atas lahan sekitar 62 hektare.

JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk mendukung Program 3 Juta Rumah yang didorong pemerintah, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan 5.400 unit hunian berbasis transit oriented development (TOD) di sejumlah kota strategis di Indonesia.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengungkapkan, kerja sama ini difokuskan pada pengembangan kawasan hunian vertikal yang terintegrasi langsung dengan transportasi publik seperti KRL, commuter line, LRT, MRT, dan Transjakarta.

Konsep hunian berbasis TOD menjadi semakin relevan bagi Indonesia karena mampu menghubungkan hunian, transportasi, dan pusat aktivitas ekonomi dalam satu kawasan terintegrasi.

“Pembangunan kota masa depan tidak lagi bisa memisahkan antara hunian, transportasi, dan pusat aktivitas ekonomi. Karena itu, konsep TOD menjadi sangat relevan untuk dikembangkan di Indonesia,” ujar Nixon, di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, banyak pekerja di Jakarta, yang masih tinggal jauh dari pusat kota sehingga biaya transportasi dapat mencapai 20% hingga 25% dari penghasilan bulanan. Sehingga, pengembangan hunian vertikal di pusat kota bisa menjadi solusi efisien dan terjangkau bagi masyarakat urban.

Pengembangan kawasan stasiun sebagai pusat hunian dan aktivitas ekonomi, lanjut Nixon, juga telah menjadi tren di berbagai negara maju seperti Jepang, Singapura, dan Hong Kong. Model tersebut dinilai mampu menciptakan kawasan perkotaan yang lebih efisien, produktif, dan nyaman bagi masyarakat.

Baca Juga

Analis Ungkap Alasan Saham BTN (BBTN) Tetap Tangguh Saat IHSG Anjlok

Ia merinci, lokasi yang direncanakan meliputi kawasan Stasiun Manggarai Blok G dan F Jakarta dengan potensi sekitar 2.200 unit, Stasiun Kiaracondong Bandung sekitar 753 unit, Kawasan Dr Kariadi/Gergaji Semarang sekitar 1.042 unit , serta kawasan Stasiun Gubeng Surabaya sekitar 1.489 unit.

Untuk pengempangan awal di kawasan Manggarai, proyek akan dibangun di atas lahan sekitar 2,2 hektare dengan pembangunan tiga tower pertama. Selanjutnya proyek akan dilanjutkan pada area sekitar 1,6 hektare untuk pengembangan delapan tower hunian vertikal dengan total sekitar 5.000 unit.

Nixon menyatakan, hunian yang dikembangkan terdiri atas tipe 2 bedroom dengan ukuran sekitar 45 meter persegi hingga 54 meter persegi agar lebih banyak keluarga muda dan keluarga bertumbuh. Harga unit diperkirakan mulai dari sekitar Rp 500 jutaan untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sementara unit non-subsidi dipasarkan mulai kisaran Rp 700 jutaan hingga di atas Rp 1 miliar tergantung tipe dan lokasi tower.

BTN menyiapkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) Rumah Susun Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan suku bunga tetap 6% per tahun dan tenor hingga 30 tahun. Dengan uang muka mulai 1% dan estimasi angsuran sekitar Rp 2,9 juta per bulan untuk unit seharga Rp 500 juta, masyarakat sudah bisa memiliki hunian vertikal di pusat kota.

Selain itu, BTN juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui skema kredit pemilikan perumahan (KPP). Melalui skema itu, BTN menyediakan pembiayaan mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 500 juta untuk pembelian, pembangunan, maupun renovasi rumah.

“BTN dalam kerja sama ini akan mendukung pembiayaan konstruksi, fasilitas KPR, serta pengelolaan demand pipeline management untuk mendukung pengembangan proyek TOD berikutnya di berbagai kawasan strategis milik KAI,” kata Nixon.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, proyek tersebut menggabungkan konsep hunian terjangkau, kawasan TOD, dan pengembangan pusat bisnis baru di Jakarta.

“Kita menggabungkan tiga hal sebenarnya. Satu adalah perumahan vertikal yang harganya terjangkau, yang merupakan bagian dari program penting dari pemerintah Bapak Presiden Prabowo Subianto,” katanya.

“Kedua, adalah kita merealisasikan konsep TOD, transit oriented development,” sambung Bobby.

Ia mengatakan, kawasan Manggarai memiliki total area sekitar 62 hektare yang akan dikembangkan menjadi kawasan terintegrasi yang mencakup hunian, area komersial, kawasan bisnis, fasilitas olahraga, hingga area leisure (elit).

“Yang ketiga, kawasan Manggarai ini kita mempunyai 62 hektar yang akan kita desain itu akan menjadi CBD (central business district) keduanya Jakata, setara SCBD,” ucap Bobby.

KAI melalui anak usahanya KAI Properti menyiapkan sejumlah aset strategis untuk pengembang hunian TOD di empat kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya dengan total potensi lebih dari 5.400 unit hunian.

Baca Juga

BTN (BBTN) Fokus Dana Murah di Tengah Kenaikan BI Rate

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024