Pengamat Berharap Lelang Frekuensi Jadi Momentum Pemerataan Digital dan Persaingan Sehat Operator
JAKARTA, investortrust.id – Lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas jaringan operator telekomunikasi, tetapi juga mempercepat pemerataan akses internet di Indonesia. Tambahan spektrum dinilai penting untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengurangi kesenjangan digital nasional.
Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, masyarakat diharapkan dapat menikmati layanan internet yang lebih cepat dan merata di seluruh wilayah Indonesia setelah proses lelang frekuensi selesai.
“Kita berharap layanan telekomunikasi Indonesia menjadi lebih baik, kecepatannya meningkat dan merata, baik di kota maupun desa, termasuk antara Indonesia Barat dan Indonesia Timur,” ujarnya kepada Investortrust, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga
Harga dan Kondisi Geopolitik akan Jadi Penentu Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz
Menurut Heru, Indonesia masih menghadapi tantangan kesenjangan digital yang cukup besar dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, tambahan spektrum frekuensi diharapkan mampu mempercepat ekspansi jaringan operator ke wilayah yang selama ini belum optimal terlayani.
Ia menilai kebutuhan spektrum yang besar juga menjadi fondasi penting bagi pengembangan teknologi baru seperti 5G dan layanan berbasis kecerdasan buatan atau AI. “Mobile broadband membutuhkan spektrum besar untuk mendukung teknologi baru seperti 5G yang nantinya juga menopang perkembangan AI,” kata Heru.
Selain meningkatkan kualitas jaringan, pemerintah diharapkan dapat mendorong operator agar tidak hanya fokus berekspansi di wilayah dengan potensi bisnis besar. Menurut Heru, pembangunan infrastruktur telekomunikasi juga harus menjangkau daerah tertinggal agar transformasi digital dapat dirasakan lebih merata.
Baca Juga
Di sisi lain, Heru berharap kompetisi antaroperator tetap terjaga setelah proses lelang selesai. Menurut dia, persaingan yang sehat akan memberikan keuntungan bagi masyarakat melalui pilihan layanan yang lebih baik dengan tarif yang tetap kompetitif.
“Telekomunikasi itu berbeda dengan layanan utilitas lain karena masyarakat punya pilihan operator. Kompetisi yang sehat akan mendorong kualitas layanan semakin baik dan harga tetap bersaing,” harapnya.
Baca Juga
Purbaya Beberkan Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal II-2026
Sebagai informasi, spektrum 700 MHz dinilai unggul dalam jangkauan luas, terutama untuk wilayah suburban dan rural. Sementara spektrum 2,6 GHz menawarkan kapasitas besar untuk mendukung trafik data tinggi di kawasan perkotaan.
Lelang frekuensi ini juga menjadi momentum penting bagi percepatan implementasi 5G di Indonesia. Persaingan antara XL Smart, Telkomsel, dan Indosat diperkirakan menentukan arah investasi dan kualitas layanan digital nasional ke depan.

