XL Axiata: Penundaan Lelang Frekuensi 700 MHz Bukan Permintaan Operator Seluler
JAKARTA, investortrust.id - PT XL Axiata Tbk (EXCL) angkat bicara terkait dengan penundaan penyelenggaraan lelang spektrum frekuensi 700 MHz oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) lantaran permintaan dari operator seluler.
Group Head Corporate Communications XL Axiata Reza Mirza menampik ditundanya penyelenggaraan lelang spektrum frekuensi 700 MHz atas permintaan operator seluler. Penundaan lelang tersebut dilakukan sepenuhnya atas keinginan Kemenkominfo.
"Sebenarnya bukan keinginan dari operator seluler, itu keputusan dari Kemenkominfo bahwa (lelang frekuensi) masih belum siap tahun ini, tetapi tahun depan (baru akan siap)." katanya ketika ditemui oleh Investortrust pada Senin (2/9/2024) di XL Axiata Tower, Senin (2/9/2024).
Baca Juga
Manajemen EXCL Bicara soal Kabar Rencana Akuisisi Grup Salim Pasca Merger dengan FREN
Walaupun demikian, Reza menyatakan, pihaknya mengikuti keputusan Kemenkominfo selaku regulator telekomunikasi di Tanah Air. XL Axiata memahami bahwa penyelenggaraan lelang spektrum frekuensi mempertimbangkan berbagai faktor, tidak hanya operator seluler sebagai peserta lelang.
Apabila lelang spektrum frekuensi 700 MHz digelar lebih awal dari perkiraan sebelumnya pada awal tahun depan, XL Axiata menyatakan siap untuk berpartisipasi. Terlebih, spektrum frekuensi tersebut akan dimanfaatkan oleh operator seluler di Tanah Air untuk memperluas cakupan layanan 5G. "Siap, karena kita juga enggak mau ketinggalan kan," tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini menyatakan bahwa menegaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan dana untuk mengikuti lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 26 GHz yang bakal digelar oleh pemerintah.
Baca Juga
Merger dengan Smartfren (FREN), XL Axiata (EXCL) Harus Kembalikan Spektrum Frekuensi?
Pertimbangannya adalah jatah spektrum frekuensi yang dimiliki oleh XL Axiata terbilang kecil dibandingkan kompetitornya. Operator seluler tersebut mengoperasikan 45 MHz untuk uplink dan 45 MHz untuk downlink atau total 90 MHz di pita frekuensi 900 MHz, 1.900 MHz, dan 2.100 MHz.
"Kita siap banget [mengikuti lelang], di antara operator seluler besar spektrum (frekuensi) XL Axiata ini paling kecil, setengah dari yang lain. Kita membutuhkan spektrumnya. Sudah jauh-jauh hari disiapkan dananya," katanya ketika ditemui di XL Axiata Tower, Kamis (25/4/2024).
Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Ismail sebelumnya menyebut operator seluler meminta Kemenkominfo untuk menunda penyelenggaraan lelang spektrum frekuensi 700 MHz. Adapun, rencana sebelumnya lelang tersebut akan diselenggarakan pada Juni-Juli 2024.
Sebagai catatan, spektrum frekuensi 700 MHz sebelumnya diduduki oleh lembaga penyiaran. Spektrum frekuensi tersebut saat ini kosong setelah rampungnya migrasi siaran televisi analog ke digital terestrial atau analog switch off (ASO) pada tahun lalu.
Baca Juga
Operator Seluler Minta Tambahan Waktu, Lelang Frekuensi 700 MHz Makin Tak Jelas
"Mereka (operator seluler) yang mengirimkan surat permintaan agar lelang diundur. Kalau usulan mereka itu nanti digabungkan (lelang spektrum frekuensi 700 MHz) dengan lelang (spektrum frekuensi) 26 GHz," katanya ketika ditemui oleh Investortrust di Aula Dhanapala Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2024).
Ketika ditanya kapan kemungkinan lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 26 GHz akan digelar, Ismail mengaku belum bisa memberikan jawaban pasti. Namun yang jelas, Kemenkominfo akan melihat sejauh mana kesiapan dari seluruh operator seluler yang akan menjadi peserta lelang tersebut.
Kemenkominfo juga masih menghitung insentif yang akan diberikan kepada operator seluler bersamaan dengan lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 26 GHz. Sampai dengan saat ini, masih belum diketahui seperti apa bentuk insentif tersebut.
"Insentif masih dihitung bersama, tetap berbarengan dengan insentif. Belum tahu bentuknya nanti diumumkan oleh Pak Menkominfo (Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi)," ujar Ismail.

