Ekonom: Lelang Frekuensi 1,4 GHz Pacu Inovasi dan Efisiensi Operator
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menilai kebijakan lelang frekuensi yang akan dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) merupakan langkah tepat untuk mendorong efisiensi dan peningkatan kualitas layanan telekomunikasi.
Menurut Huda, mekanisme lelang akan mendorong perusahaan telekomunikasi untuk memanfaatkan spektrum frekuensi secara lebih optimal. Ia menegaskan bahwa skema kompetitif semacam ini lebih sehat dibanding pembagian frekuensi berdasarkan kemampuan masing-masing operator.
“Tentu (adanya) lelang akan lebih baik karena akan memacu perusahaan telko untuk memanfaatkan frekuensi dengan optimal,” kata Huda kepada investortrust.id, Jumat (18/7/2025).
Baca Juga
Soal Lelang Frekuensi, Telkomsel Dukung Skema 'Win-Win Solution'
Ia menjelaskan, jika frekuensi hanya dibagi sesuai kapasitas perusahaan, tanpa melalui lelang, maka risiko stagnasi layanan sangat besar. Operator cenderung tidak terdorong untuk meningkatkan kapasitas maupun kualitas jaringan karena tidak menghadapi tekanan kompetitif.
"Jika dibagi sesuai kemampuan yang ada, maka tidak ada kenaikan kapasitas dan kualitas di masing-masing perusahaan telko," ujarnya.
Huda juga menggarisbawahi bahwa hasil lelang dapat menjadi indikator keseriusan pelaku industri dalam memperkuat infrastruktur jaringan mereka. Operator yang berani berinvestasi besar untuk mendapatkan frekuensi biasanya juga memiliki komitmen untuk ekspansi dan inovasi layanan.
Baca Juga
Lelang Frekuensi 1,4 GHz Dimulai Juli, Targetkan Internet 100 Mbps ke Daerah
Pemerintah lewat Kemenkomdigi telah mengumumkan rencana lelang beberapa pita frekuensi strategis yang akan digunakan untuk layanan 5G dan peningkatan kapasitas 4G. Proses ini dinilai penting untuk mengakselerasi transformasi digital di berbagai sektor.
Namun demikian, Huda mengingatkan pemerintah agar memastikan proses lelang berlangsung transparan, adil, dan menghindari dominasi oleh segelintir pemain besar. "Persaingan yang sehat dan terbuka akan mendorong ekosistem digital yang lebih merata dan efisien," tutup ekonom tersebut.
Rencana lelang frekuensi
Sekadar informasi, Kemenkomdigi menargetkan pemenang lelang frekuensi pita 1,4 GHz diumumkan pada Juli atau Agustus 2025. Lelang ini sempat tertunda karena kesiapan regulasi dan infrastruktur teknis.
Frekuensi 1,4 GHz akan difokuskan untuk layanan internet tetap (fixed broadband) murah, khususnya di wilayah-wilayah terpencil. Frekuensi ini dianggap efisien karena bisa menyediakan internet hingga 100 Mbps tanpa perlu jaringan fiber optik.
Baca Juga
Jelang Lelang 5G, Kenali EMC yang Jadi Kunci Kualitas Sinyal Masa Depan
Setelah lelang 1,4 GHz rampung, pemerintah juga bersiap melelang spektrum lain seperti 700 MHz, dan 2,6 GHz. Spektrum tambahan ini diprioritaskan untuk layanan seluler dan pengembangan jaringan 5G tahap selanjutnya.
Kemenkomdigi juga mewajibkan operator pemenang lelang untuk mengutamakan penyediaan akses internet murah di luar kota sebelum merambah pasar urban. Pemerintah juga berharap tarif tetap terjangkau dengan skema biaya berbasis investasi.
Di sisi lain, sejumlah operator dan asosiasi mengusulkan agar frekuensi dibagikan secara proporsional dan dilelang bersamaan demi efisiensi investasi. Mereka juga meminta agar harga dasar lelang tidak terlalu tinggi agar tidak menghambat perluasan jaringan dan daya saing industri.

