Harga dan Kondisi Geopolitik akan Jadi Penentu Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Faktor harga dan dinamika geopolitik global menjadi penentu utama dalam lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang akan digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi). Salah satu variabel yang turut memengaruhi adalah fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.
Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi menilai, peluang operator dalam lelang ini sejatinya relatif seimbang karena besarnya spektrum yang ditawarkan.
“Dengan total spektrum yang cukup besar, operator berpeluang mendapatkan bandwidth tambahan yang signifikan, tetapi tetap sangat tergantung pada harga yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya saat dihubungin investortrust.id, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, harga dasar menjadi faktor krusial yang akan menentukan strategi operator dalam mengikuti lelang. “Kalau harga dasarnya sudah tinggi, operator akan kesulitan menghitung keekonomian investasinya,” kata Heru.
Baca Juga
Pengamat teknologi itu menambahkan, tekanan biaya akibat kondisi geopolitik global membuat operator semakin berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Kenaikan biaya perangkat, gangguan rantai pasok, serta ketidakpastian ekonomi global mendorong operator lebih selektif dalam belanja spektrum.
Dalam konteks tersebut, keseimbangan antara harga yang ditetapkan pemerintah dan kebutuhan industri menjadi faktor kunci keberhasilan lelang. Heru menekankan bahwa setiap operator memiliki kebutuhan spektrum yang berbeda tergantung jumlah pelanggan dan cakupan layanan.
"Oleh karena itu, kebijakan harga yang tepat akan menentukan apakah lelang ini mampu mendorong efisiensi sekaligus memperkuat daya saing industri telekomunikasi nasional," tegasnya.
Diketahui, XLSmart, Telkomsel, dan Indosat tengah mengikuti lelang kedua frekuensi tersebut. Pemerintah berharap, kehadiran dua spektrum baru tersebut dapat memperluas pemanfaatan jaringan 4G dan 5G di Tanah Air.

