Intip Rekomendasi dan Target Harga Terbaru Saham Bumi Resources (BRMS) Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) diproyeksikan pertahankan pertumbuhan kuat kinerja keuangan tahun ini setelah berhasil bukukan lompatan sepanjang 2025. Lompatan kinerja akan didorong kenaikan rata-rata harga jual emas serta peningkatan volume produksi.
Ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas Indonesia merevisi naik target harga saham BRMS menjadi Rp 1.100 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut mempertimbangkan ekspektasi kenakan laba bersih dari US$ 50 juta tahun 2025 menjadi US$ 116 juta pada 2026.
Analis Mirae Asset Sekuritas Muhammad Farras Farhan mengatakan, peluang berlanjutnya lompatan kinerja BRMS terlihat dari keberhasilan BRMS membukukan pendapatan sebesar US$ 66 juta pada kuartal IV-2025 atau naik naik 4,9% secara kuartalan (QoQ) dan 22,1% secara tahunan (YoY). Kenaikan ini terdorong penguatan harga jual rata-rata (ASP) emas menjadi US$ 4.167 per ons.
Baca Juga
BRMS Beri Klarifikasi soal Sanksi Tambang Menteri LH terhadap Anak Usahanya
Sedangkan sepanjang 2025, pendapatan BRMS melonjak 54% YoY menjadi US$ 249 juta dan laba bersih meningkat hampir dua kali lipat atau 99% menjadi US$ 50 juta. Volume penjualan emas juga meningkat menjadi 71.886 ons atau naik 11% YoY, didukung peningkatan throughput dan recovery.
“Memasuki 2026, kinerja BRMS diproyeksikan semakin kuat dengan pendapatan diperkirakan mencapai US$ 394 juta atau tumbuh 58%. Pertumbuhan ini ditopang proyeksi penjualan emas sebanyak 390 ribu ons (+61% YoY) dan kenaikan rata-rata harga jual menjadi US$ 4.403 per ons,” tulis riset yang diterbitkan Rabu (1/4/2026).
BRMS diprediksi catatkan kenaikan produksi emas sebanyak 23,2% menjadi 88.558 ons dengan cash margin sebesar US$ 2.834 per ons tahun ini. Adapun pertumbuhan jangka menengah akan ditopang ekspansi kapasitas produksi dari 500 ton per hari (tpd) menjadi 2.000 tpd pada kuartal IV-2026, serta pengembangan tambang bawah tanah dengan kadar lebih tinggi sebesar 3,5–4,9 gram per ton mulai paruh kedua 2027.
Baca Juga
Saham Afiliasi Boy Thohir Tahan IHSG dari Penurunan Tajam di Kuartal I-2026, EMAS Penyumbang Utama
Ekspektasi kenaikan kinerja keuangan perseroan juga bakal didukung proyeksi kenaikan harga emas global menuju kisaran US$ 4.200–4.700 per ons hingga 2027, didukung ketidakpastian geopolitik dan permintaan bank sentral. Begitu juga dengan harga tembaga diproyeksikan berada di kisaran US$ 4,80–5,20 per pon pada 2026–2028, seiring keterbatasan pasokan dan meningkatnya permintaan dari transisi energi.
“Berdasarkan prospek tersebut, kami merekomendasikan beli saham BRMS dengan target harga Rp 1.100. Rekomendasi ini didukung potensi pertumbuhan kinerja yang kuat mulai 2026, ekspansi kapasitas, serta peningkatan margin operasional,” tulisnya.

