Saham Afiliasi Boy Thohir Tahan IHSG dari Penurunan Tajam di Kuartal I-2026, EMAS Penyumbang Utama
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten yang terafiliasi dengan Garibaldi Thohir, dikenal Boy Thohir, menjadi penopang utama IHSG dari tekanan lebih dalam sepanjang kuartal I-2026. Hal ini didukung 5 dari 10 saham top leaders disumbangkan saham-saham yang teraffiliasi dengan Boy Thohir.
Sepanjang periode tersebut, IHSG tercatat anjlok 18,49% ke level 7.048,22. Pelemahan ini menjadi yang terdalam secara global, dipicu tekanan pada saham berkapitalisasi besar milik Prajogo Pangestu, seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
Di tengah tekanan tersebut, lima dari 10 saham top leaders berasal dari emiten afiliasi Boy Thohir, yakni PT Merdeka Gold Resources Tbk, PT Merdeka Copper Gold Tbk, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk, dan PT Merdeka Battery Materials Tbk.
Baca Juga
Merdeka Gold (EMAS) Ajukan Listing Saham ke Bursa Hong Kong hingga Tiga Direktur Mundur
Saham EMAS menjadi kontributor terbesar dengan sumbangan 28,71 poin terhadap IHSG setelah melonjak 47,75% ke level Rp8.200. Disusul saham MDKA yang menyumbang 22,57 poin setelah naik 37,72% menjadi Rp3.140.
Selanjutnya, saham ADRO berkontribusi 14,60 poin setelah menguat 42,54% ke Rp2.580. Sementara itu, saham AADI menyumbang 14,17 poin usai melonjak 61,65% menjadi Rp11.275.
Baca Juga
Usai Cetak Kenaikan Laba 34% di 2025, Merdeka Battery (MBMA) Ungkap Target Pesat Tahun Ini
Adapun saham MBMA turut menopang indeks dengan kontribusi 10,51 poin setelah naik 28,07% ke level Rp730 sepanjang kuartal I-2026.
Kenaikan signifikan saham-saham tersebut menjadikan kelompok emiten afiliasi Boy Thohir sebagai penahan tekanan IHSG di tengah pelemahan pasar.
Prospek Saham
Meski telah mengalami kenaikan signifikan, saham-saham afiliasi Boy Thohir ini masih direkomendasikan beli oleh BRI Danareksa Sekuritas.
BRI Danareksa mempertahankan rekomendasi beli untuk saham MBMA dengan target harga Rp 990, mempertimbangkan kinerja operasional yang kuat sepanjang 2025 meski kinerja keuangan menurun. Laba bersih MBMA sebesar US$100,5 juta juga dinilai sesuai dengan konsensus.
Sementara itu, saham AADI juga direkomendasikan beli dengan target harga Rp 12.400. Analis Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan menyebutkan kenaikan harga batu bara global menjadi sentimen positif bagi kinerja perseroan.
Baca Juga
Kinerja 2025 Ditopang Emas dan Nikel, Merdeka Copper (MDKA) Ungkap Target di 2026
BRI Danareksa bahkan merevisi naik target laba AADI untuk 2026–2027 sebesar 44% hingga 84%. Laba bersih 2026 diproyeksikan meningkat dari US$750 juta menjadi US$1,37 miliar, sementara laba 2027 direvisi dari US$890 juta menjadi US$1,27 miliar.
Rekomendasi beli juga diberikan untuk saham ADRO dengan target harga Rp2.640, didukung kinerja operasional yang sesuai ekspektasi meski kinerja keuangan 2025 menurun.
Di sisi lain, saham EMAS dinilai masih berpotensi melanjutkan penguatan menjelang rencana dual listing di bursa Hong Kong. Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Ahmad Faris Mu’tashim, menyebut secara teknikal saham EMAS berpotensi menuju resistance Rp 9.375.
Baca Juga
Adaro Andalan (AADI) Diproyeksi Cuan Besar, Target Harga Saham dan Laba Direvisi Naik
Adapun saham peluang kenaikan harga MDKA didukung sejumlah target produksi emas sebanyak 80.000–90.000 ons tahun ini dengan biaya kas US$ 1.150–1.250 per ons (di luar royalti dan kredit perak), serta produksi tembaga 4.000–5.000 ton dengan biaya kas US$ 2,80–3,50 per pon.
Produksi NPI ditargetkan berada pada kisaran 70.000–80.000 ton dengan biaya kas di bawah US$ 10.500 per tNi. Pengiriman bijih saprolit diproyeksikan 8,0–10,0 juta wmt, sementara penjualan bijih limonit diperkirakan 20,0–25,0 juta wmt, dengan biaya kas masing-masing di bawah US$ 21/wmt dan US$ 11/wmt (di luar royalti).
Pada 2026, fokus utama grup adalah memaksimalkan potensi pabrik AIM, meningkatkan volume penambangan di tambang SCM, serta meningkatkan kapasitas produksi tambang emas Pani. Perseroan juga menargetkan kemitraan baru untuk pengembangan HPAL dan TB Copper.
Grafik Saham

