Bagikan

Masuk MSCI Large Cap, Saham Bumi Resources (BRMS) Ditargetkan Menuju Level Ini

Poin Penting

BRMS resmi naik peringkat ke MSCI Large Cap.
Target harga direvisi hingga Rp 1.300 dengan rekomendasi beli.
Ekspansi CIL dan proyek Gorontalo dorong prospek jangka panjang.

JAKARTA, investortrust.id –   MSCI resmi memasukkan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dalam MSCI Large Cap mulai 24 November 2025 atau naik peringkat dari sebelumnya menghuni MSCI Smal Cap. Saham BRMS masuk bersama dengan emiten Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

Lalu, bagaimana prospek sahamnya? Analis Samuel Sekuritas Fadhlan Banny dan Juan Harahap merevisi naik target harga saham BRMS menjadi Rp 1.300 dengan rekomendasi beli. Target tersebut mempertimbangkan kenaikan asumsi harga emas dan penyesuaian biaya penambangan. Target juga mempertimbangkan  proyeksi laba BRMS untuk 2025 dan 2026 naik sebesar 34,6% dan 72,6%.

Terkait realisasi kinerja keuangan hingga kuartal III-2025, Samuel Sekuritas menyebutkan,  BRMS membukukan kinerja solid. Pendapatan sebesar US$ 63 juta atau tumbuh 9% secara kuartalan, sehingga total pendapatan sepanjang Sembilan bulan 2025 mencapai US$ 184 juta atau meningkat 69,2% secara tahunan. Realisasi tersebut telah mencapai sekitar 75% dari target internal dan 76% dari estimasi konsensus tahun 2025.

Baca Juga

BRMS Terkerek Target Produksi Emas, Sahamnya Direvisi Naik

Pada sisi operasional, BRMS mencatat EBITDA sebesar US$ 21 juta di kuartal III-2025. Secara kumulatif, EBITDA perseroan mencapai US$ 76 juta atau naik 121,2% secara tahunan. Menurut dia, ke depan, BRMS menyiapkan ekspansi kapasitas pabrik Carbon-in-Leach (CIL) pertama dari 500 ton per hari menjadi 2.000 ton per hari.

Kontribusi ekspansi ini ditargetkan mulai terlihat pada kuartal IV-2026 atau awal 2027, seiring berjalannya pengembangan tambang bawah tanah yang diharapkan menghasilkan kadar emas lebih dari 4 g/t pada akhir 2027. Selain itu, proyek tembaga di Gorontalo juga tengah dalam proses menuju pernyataan sumber daya dan cadangan berstandar JORC pada 2027, yang menjadi langkah penting untuk fase ekspansi berikutnya.

Pandangan positif juga disampaikan analis Nashrullah Putra Sulaeman dan Naura Reyhan Muclis dalam riset terbarunya juga mempertahankan rekomendasi beli saham BRMS dengan target harga Rp 1.080. Target harga ini mempertimbangkan peluang perseroan dalam program pengeboran berskala besar di wilayah Gorontalo. Langkah ini dilakukan sebagai persiapan menuju sertifikasi sumber daya dan cadangan berstandar JORC yang ditargetkan rampung pada awal 2027.

Baca Juga

MSCI Review Daftar, Saham BREN dan BRMS Masuk!  

Kampanye pengeboran tersebut diharapkan dapat membuka peluang penilaian ulang potensi sumber daya tembaga dan emas di proyek Gorontalo. Dengan tersertifikasinya sumber daya berdasarkan standar JORC, nilai aset mineral perusahaan berpotensi meningkat, seiring dengan penguatan dasar valuasi perseroan ke depan.

Program pengeboran ini juga menjadi bagian dari fase pengembangan proyek Gorontalo yang strategis dalam memperkuat portofolio komoditas logam dasar dan mulia BRMS. Perseroan memproyeksikan bahwa hasil pengeboran dan sertifikasi JORC akan menjadi tonggak penting dalam menentukan arah ekspansi serta monetisasi aset pada periode berikutnya.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024