Target Harga Tinggi, Bumi Resources (BRMS) Siap Gandakan Produksi Emas hingga Lonjakan Laba Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Emiten tambang emas dan mineral, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), diproyeksikan mencetak kinerja gemilang dalam beberapa tahun ke depan, seiring strategi monetisasi aset, peningkatan produksi, serta harga emas global yang tinggi.
Kuatnya prospek tersebut mendorong analis BRI analis Danareksa Sekuritas Timothy Wijaya dalam riset hari ini merekomendasikan rating beli (Buy) saham BRMS dengan target harga Rp 480 per saham. Target ini juga berdasarkan valuasi penjumlahan bagian (Sum-of-the-Parts/SOTP).
Baca Juga
Potensi Cuan Saham Bumi Minerals (BRMS) bisa 51%, Intip Analisa Berikut
Target juga merefleksikan prospek pertumbuhan yang kuat hingga 2028 dan potensi tambahan cadangan menjadi katalis utama penguatan saham ini.
Saat ini, BRMS tengah bersiap melipatgandakan produksi emasnya menjadi 150 ribu ons per tahun di 2028, seiring dimulainya operasi tambang bawah tanah di Citra Palu Minerals (CPM). Fasilitas heap leach akan selesai dibangun pada kuartal III 2025, disusul produksi bawah tanah yang memanfaatkan cadangan emas berkadar tinggi 3 juta oz dengan rata-rata 4,9 gram/ton.
Produksi diperkirakan meningkat signifikan dari estimasi 74 ribu oz di 2025 menjadi lebih dari 150 ribu oz pada 2028, menopang pertumbuhan laba bersih sebesar 28% per tahun (CAGR) hingga 2027.
Selain tiu, BRMS melalui anak usahanya, Gorontalo Minerals (GM), diprediksi mulai memproduksi emas pertama pada kuartal III-2026. Meskipun fokus utama GM adalah tembaga, proyek akan diawali dengan ekstraksi emas dari wilayah Motomboto untuk menghasilkan arus kas awal.
Baca Juga
Target Saham Bumi Minerals (BRMS) Direvisi Naik Didukung Faktor Ini, Potensi Cuan bisa 52%
Eksplorasi aktif yang tengah berlangsung berpotensi menambah cadangan dan meningkatkan valuasi perusahaan. Saat ini, GM menyumbang sekitar 58% dari total valuasi SOTP BRMS, menjadikannya aset strategis utama.
Terkait kinerja keungan, BRMS mencatat laba bersih kuartal I-2025 sebesar US$14,5 juta atau 30% dari estimasi tahun 2025, mencerminkan awal yang kuat. Meski laba kuartal II diperkirakan melambat akibat kenaikan tarif royalti menjadi 16% dan penurunan kadar emas, laba tahun ini diproyeksikan melonjak 94% menjadi US$ 46,7 juta dan berlanjut naik 28% dan 29% masing-masing di 2026 dan 2027.

